POSKOTA.CO.ID - Pembahasan mengenai konsorsium pemilik sawit terbesar di Indonesia sering kali mengarah pada nama-nama konglomerasi besar. Namun, perlu diluruskan bahwa industri kelapa sawit nasional tidak berada di bawah satu konsorsium tunggal.
Bisnis ini justru tersebar pada sejumlah grup usaha yang memiliki perkebunan, pabrik pengolahan, hingga jaringan distribusi dari hulu sampai hilir. Beberapa nama yang paling besar antara lain Sinar Mas, Salim Group, Wilmar, Musim Mas, dan Royal Golden Eagle (RGE).
Melansir dari Youtube @IDX Channel, salah satu pemain dengan skala sangat besar adalah Golden Agri-Resources (GAR), perusahaan yang menaungi bisnis Sinar Mas Agribusiness and Food di Indonesia. Pada akhir 2025, GAR melaporkan memiliki sekitar 531.000 hektare area tertanam, termasuk perkebunan plasma di Indonesia.
Lalu, siapa saja grup besar yang berada di balik bisnis sawit tersebut?
Baca Juga: 4 Korporasi Sawit Diselidiki Terkait Karhutla Kalimantan, Cek Daftar Perusahaan Besar di Borneo
Daftar Grup Pemilik dan Pengelola Sawit Terbesar
Berikut beberapa kelompok usaha yang memiliki posisi penting dalam industri sawit Indonesia:
Sinar Mas Group
Bisnis sawit Sinar Mas dijalankan melalui Golden Agri-Resources dan PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMART). SMART menyebut perkebunannya mencakup sekitar 137.000 hektare, termasuk kebun petani plasma, serta memiliki jaringan pabrik pengolahan di Indonesia.
Skala bisnis GAR lebih luas lagi. Perusahaan melaporkan sekitar 531.000 hektare area tertanam di Indonesia pada akhir 2025.
Salim Group
Kelompok usaha yang dikaitkan dengan Anthoni Salim ini memiliki bisnis perkebunan melalui sejumlah perusahaan, termasuk Indofood Agri Resources, PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP), dan PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (Lonsum).
Laporan tahunan IndoAgri 2024 mencatat sejarah kepemilikan dan pengembangan perkebunan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Sumatra Selatan dan Kalimantan.
Wilmar Group
Wilmar merupakan salah satu pemain besar agribisnis yang memiliki rantai bisnis dari perkebunan dan pengolahan hingga perdagangan produk minyak nabati. Jejak bisnisnya di sektor kelapa sawit membuat nama Wilmar kerap masuk dalam pembahasan mengenai grup sawit terbesar di Indonesia.
