Imam Tantowi Meninggal karena Sakit Apa? Ini Penyakit yang Diderita Penulis Tukang Bubur Naik Haji

Minggu 23 Agu 2026, 16:57 WIB
Penulis dan sutradara senior Imam Tantowi meninggal dunia pada Jumat petang, 21 Agustus 2026. (Sumber: X/@FilmIndoSource)
Penulis dan sutradara senior Imam Tantowi meninggal dunia pada Jumat petang, 21 Agustus 2026. (Sumber: X/@FilmIndoSource)

POSKOTA.CO.ID - Penulis dan sutradara senior Imam Tantowi meninggal dunia pada Jumat petang, 21 Agustus 2026.

Sineas yang dikenal melalui sejumlah karya populer, termasuk Saur Sepuh, Soerabaia 45, dan Tukang Bubur Naik Haji, tersebut mengembuskan napas terakhir di kawasan Karawaci, Tangerang, Banten, dalam usia 80 tahun.

Kabar duka tersebut disampaikan oleh Humas Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI), Evry Joe.

Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah Imam Tantowi kemudian disemayamkan di rumah duka yang berada di kawasan Karawaci, Tangerang.

"Telah berpulang, meninggal dunia, Bapak Imam Tantowi. Beliau adalah sutradara besar kita, berpulang pada sore ini di usia 80 tahun," kata Evry Joe, belum lama ini.

Baca Juga: Perkuat Ketahanan Pangan Lokal, PISPI Gagas Gerakan ‘Tanam Hari Ini, Panen Masa Depan’

Imam Tantowi Meninggal Sakit Apa?

Imam Tantowi meninggal dunia pada usia 80 tahun setelah berjuang melawan komplikasi penyakit jantung dan paru-paru.

Kondisi kesehatan tersebut menjadi bagian dari masa-masa terakhir kehidupan sang sineas sebelum akhirnya meninggal dunia pada Jumat petang.

Di tengah kondisi kesehatannya, Imam Tantowi diketahui tidak menjalani perawatan di rumah sakit.

Ia memilih beristirahat di kediaman anaknya yang berada di kawasan Karawaci, Tangerang.

Selama berada di rumah tersebut, kondisi Imam Tantowi terus mendapatkan perhatian dan dipantau oleh pihak keluarga. Hingga akhirnya, ia meninggal dunia pada Jumat petang, 21 Agustus 2026.

Kepergian Imam Tantowi menutup perjalanan panjang seorang pekerja seni yang telah berkarya selama puluhan tahun. Kiprahnya di dunia perfilman Indonesia bahkan telah dimulai sejak era 1960-an.

Imam Tantowi lahir di Tegal, Jawa Tengah, pada 13 Agustus 1946. Ketertarikannya terhadap dunia seni telah tumbuh sejak usia muda.

Pengalaman di dunia teater menjadi salah satu fondasi penting dalam perjalanan karier Imam Tantowi.

Dari panggung pertunjukan, ia kemudian mulai mengenal lebih jauh proses produksi seni pertunjukan hingga akhirnya memperluas kiprahnya ke industri film.

Baca Juga: Link Cek Desil 1-10 untuk Menentukan Nasib Bansos dan Pertalite, Cek Posisi Kamu di Sini

Memasuki dekade 1970-an, Imam Tantowi mulai terjun ke dunia perfilman Indonesia.

Perjalanan tersebut kemudian berkembang dan membawanya menjadi salah satu sosok yang dikenal sebagai sutradara sekaligus penulis cerita dan skenario.

Seiring perkembangan kariernya, Imam Tantowi dipercaya menangani berbagai produksi film.

Sejumlah karya populer kemudian lahir dari tangan sang sineas dan membuat namanya semakin dikenal di industri perfilman Tanah Air.

Di antara karya yang melekat dengan namanya adalah Soerabaia 45 dan Saur Sepuh IV.

Kedua karya tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang Imam Tantowi sebagai sutradara dan pekerja kreatif di industri film.

Kemampuan Imam Tantowi dalam mengolah cerita juga membuatnya dipercaya terlibat dalam penulisan berbagai karya.

Dia kemudian dikenal sebagai salah satu penulis skenario untuk sinetron Tukang Bubur Naik Haji.

Dedikasi Imam Tantowi selama puluhan tahun di dunia perfilman juga mendapat pengakuan melalui sejumlah penghargaan.

Salah satu pencapaian penting dalam perjalanan kariernya adalah ketika ia meraih Piala Citra Festival Film Indonesia (FFI) 1989.

Pada ajang tersebut, Imam Tantowi mendapatkan penghargaan sebagai Penulis Cerita Asli Terbaik melalui film Si Badung.

Tidak berhenti di sana, dua tahun kemudian Imam Tantowi kembali meraih Piala Citra.

Kali ini, ia dinobatkan sebagai Sutradara Terbaik FFI 1991 berkat film Soerabaia 45.

Kemudian, pengabdian panjang Imam Tantowi terhadap perfilman Indonesia kembali mendapat penghargaan pada Festival Film Indonesia 2024.

Dirinya menerima penghargaan Lifetime Achievement sebagai bentuk apresiasi atas perjalanan dan kontribusinya selama puluhan tahun di dunia perfilman.


Berita Terkait


News Update