JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyalurkan 954.438 kg atau sekitar 954 ton bantuan logistik untuk masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut didistribusikan dari Pos Pendukung Logistik Nasional Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju wilayah terdampak di Labuan Bajo dan Maumere pada 15-22 Agustus 2026.
“BNPB terus memperkuat dukungan logistik untuk masyarakat terdampak bencana di NTT, baik melalui jalur udara maupun jalur laut,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan dalam keterangannya, Minggu, 23 Agustus 2026.
Total bantuan yang telah diterima Pos Pendukung Logistik Nasional sejak 15 Agustus mencapai 1.541.450 kilogram atau sekitar 1.541 ton. Bantuan tersebut berasal dari 72 donatur yang terdiri dari kementerian/lembaga, TNI, BUMN, dunia usaha, organisasi kemanusiaan dan sejumlah mitra lainnya.
“Bantuan yang terkumpul mencakup kebutuhan dasar masyarakat, perlengkapan tempat tinggal sementara, kebutuhan kesehatan, perlengkapan bayi dan kebersihan, serta peralatan pendukung penanganan darurat,” ujarnya.
Baca Juga: Profil Bang Jek, Ahmad Zaki Ali yang Gugur Saat Antar Bantuan Gempa NTT hingga Dimakamkan di Jakarta
Menurut Berton, dari bantuan yang telah didistribusikan, sebanyak 354.438 kg atau sekitar 354 ton dikirim melalui jalur udara TNI Angkatan Udara menggunakan 28 sortie pesawat Hercules. Sebanyak 16 sortie menuju Labuan Bajo dengan muatan 216.511 kg, sedangkan 12 sortie menuju Maumere membawa 137.593 kg bantuan.
Sementara itu, sebanyak 600.000 kilogram atau sekitar 600 ton bantuan yang bersumber dari Dana Siap Pakai (DSP) dikirim menggunakan pesawat kargo komersial melalui 40 sortie. Rinciannya, 29 sortie menuju Labuan Bajo dengan total muatan 435.000 kg dan 11 sortie menuju Maumere dengan muatan 165.000 kg.
Khusus pada Sabtu, 22 Agustus 2026 Pos Pendukung Logistik Nasional menerima tambahan 51.791 kilogram atau sekitar 52 ton bantuan dari 21 donatur. Bantuan tersebut berupa air mineral, beras, biskuit, makanan siap saji, mi instan, susu, minyak goreng, sarden, selimut, terpal, kasur lipat, perlengkapan kebersihan, perlengkapan bayi, obat-obatan dan peralatan kesehatan.
Pada hari yang sama, BNPB juga mendistribusikan bantuan melalui tiga sortie pesawat TNI Angkatan Udara dengan total muatan 41.727 kg atau sekitar 42 ton. Dua penerbangan menuju Maumere dan satu penerbangan menuju Labuan Bajo.
Baca Juga: BUMD DKI Galang Bantuan Korban Gempa NTT
“Distribusi bantuan terus dilakukan berdasarkan kebutuhan di lapangan agar logistik yang dikirim dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat terdampak,” ucapnya.
Penerbangan menuju Maumere menggunakan Airbus A-400 dengan membawa 22.187 kilogram bantuan berupa sembako, terpal, pakaian, beras, obat-obatan, mi cup, selimut, kasur lipat, minyak goreng dan tenda serbaguna. Dua penerbangan lainnya menggunakan Boeing dengan muatan sembako, mi cup, perangkat komunikasi, Starlink, alat kesehatan, peralatan rescue, air mineral, pompa submersible serta terpal.
Selain jalur udara, BNPB mengirim bantuan yang bersumber dari DSP menggunakan pesawat kargo komersial melalui tujuh sortie dengan total 105.000 kg atau 105 ton, terdiri dari empat sortie menuju Labuan Bajo dan tiga sortie menuju Maumere, Sabtu, 22 Agustus 2026. Muatan bantuan tersebut antara lain selimut, matras, tenda keluarga, tenda pengungsi, kasur lipat, motor trail, pakaian BNPB, sembako dan kelambu.
Siapkan 147 Ton Bantuan melalui KRI Semarang-594
Untuk memperkuat distribusi dalam jumlah besar, BNPB juga menyiapkan pengiriman bantuan melalui jalur laut menuju Labuan Bajo. Pengiriman melalui jalur laut menjadi salah sebuah upaya untuk mempercepat mobilisasi bantuan dalam jumlah besar menuju wilayah terdampak.
"Bantuan tersebut diberangkatkan menggunakan Kapal Republik Indonesia (KRI) Semarang-594 pada Minggu, 23 Agustus 2026, dengan total muatan 146.771 kilogram atau sekitar 147 ton menggunakan 16 truk," ucap Berton.
Lanjut Berton, BNPB mencatat masih terdapat 587.012 kilogram atau sekitar 587 ton bantuan di Pos Pendukung Logistik Nasional Halim Perdanakusuma yang siap didistribusikan. Stok tersebut terdiri dari sembako, beras, mi instan dan mi cup, biskuit, air mineral, susu, makanan siap saji, selimut, matras, velbed, terpal, kasur lipat, tenda, obat-obatan, perlengkapan bayi, kebersihan serta peralatan penanganan darurat.
Baca Juga: Atasi Trauma Pascabencana NTT, BNI Dirikan Posko Kesehatan dan Pendampingan Psikososial
“Stok logistik yang masih tersedia akan terus dimobilisasi dan disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak serta hasil koordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait,” terang Berton.
Beberapa dukungan yang masih tersedia di antaranya 12.000 dus mi instan, 1.785 velbed, 25 tenda pleton, 12.530 lembar selimut dan 1.639 matras dari Kementerian Pertahanan. Selain itu, terdapat 3.450 dus biskuit dan 8.756 paket sembako dari Sekretariat Presiden serta perlengkapan bayi, perlengkapan dapur, matras, terpal dan hygiene kit dari PMI.
Distribusi Udara Kembali Disiapkan
BNPB menyiapkan distribusi bantuan menggunakan satu Airbus dan dua Boeing dengan total muatan 36.892 kilogram atau sekitar 37 ton, Minggu, 23 Agustus 2026. Airbus A-400 menuju Labuan Bajo membawa 21.012 kilogram bantuan berupa sembako, biskuit, roti, susu, makanan siap saji dan tenda pengungsi.
Sementara itu, Boeing A-7305 membawa 7.442 kg bantuan berupa sembako, perlengkapan kebersihan, obat-obatan, air mineral, biskuit dan tenda ke Maumere, sedangkan Boeing A-7036 membawa 8.438 kg bantuan berupa sembako, biskuit, roti dan susu. BNPB terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, kementerian/lembaga, BUMN, dunia usaha dan organisasi kemanusiaan untuk memastikan bantuan tersalurkan sesuai kebutuhan.
“Kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam memperkuat penanganan darurat, menjaga ketersediaan logistik, dan mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur,” tuturnya.
