Penerbangan menuju Maumere menggunakan Airbus A-400 dengan membawa 22.187 kilogram bantuan berupa sembako, terpal, pakaian, beras, obat-obatan, mi cup, selimut, kasur lipat, minyak goreng dan tenda serbaguna. Dua penerbangan lainnya menggunakan Boeing dengan muatan sembako, mi cup, perangkat komunikasi, Starlink, alat kesehatan, peralatan rescue, air mineral, pompa submersible serta terpal.
Selain jalur udara, BNPB mengirim bantuan yang bersumber dari DSP menggunakan pesawat kargo komersial melalui tujuh sortie dengan total 105.000 kg atau 105 ton, terdiri dari empat sortie menuju Labuan Bajo dan tiga sortie menuju Maumere, Sabtu, 22 Agustus 2026. Muatan bantuan tersebut antara lain selimut, matras, tenda keluarga, tenda pengungsi, kasur lipat, motor trail, pakaian BNPB, sembako dan kelambu.
Siapkan 147 Ton Bantuan melalui KRI Semarang-594
Untuk memperkuat distribusi dalam jumlah besar, BNPB juga menyiapkan pengiriman bantuan melalui jalur laut menuju Labuan Bajo. Pengiriman melalui jalur laut menjadi salah sebuah upaya untuk mempercepat mobilisasi bantuan dalam jumlah besar menuju wilayah terdampak.
"Bantuan tersebut diberangkatkan menggunakan Kapal Republik Indonesia (KRI) Semarang-594 pada Minggu, 23 Agustus 2026, dengan total muatan 146.771 kilogram atau sekitar 147 ton menggunakan 16 truk," ucap Berton.
Lanjut Berton, BNPB mencatat masih terdapat 587.012 kilogram atau sekitar 587 ton bantuan di Pos Pendukung Logistik Nasional Halim Perdanakusuma yang siap didistribusikan. Stok tersebut terdiri dari sembako, beras, mi instan dan mi cup, biskuit, air mineral, susu, makanan siap saji, selimut, matras, velbed, terpal, kasur lipat, tenda, obat-obatan, perlengkapan bayi, kebersihan serta peralatan penanganan darurat.
Baca Juga: Atasi Trauma Pascabencana NTT, BNI Dirikan Posko Kesehatan dan Pendampingan Psikososial
“Stok logistik yang masih tersedia akan terus dimobilisasi dan disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak serta hasil koordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait,” terang Berton.
Beberapa dukungan yang masih tersedia di antaranya 12.000 dus mi instan, 1.785 velbed, 25 tenda pleton, 12.530 lembar selimut dan 1.639 matras dari Kementerian Pertahanan. Selain itu, terdapat 3.450 dus biskuit dan 8.756 paket sembako dari Sekretariat Presiden serta perlengkapan bayi, perlengkapan dapur, matras, terpal dan hygiene kit dari PMI.
Distribusi Udara Kembali Disiapkan
BNPB menyiapkan distribusi bantuan menggunakan satu Airbus dan dua Boeing dengan total muatan 36.892 kilogram atau sekitar 37 ton, Minggu, 23 Agustus 2026. Airbus A-400 menuju Labuan Bajo membawa 21.012 kilogram bantuan berupa sembako, biskuit, roti, susu, makanan siap saji dan tenda pengungsi.
Sementara itu, Boeing A-7305 membawa 7.442 kg bantuan berupa sembako, perlengkapan kebersihan, obat-obatan, air mineral, biskuit dan tenda ke Maumere, sedangkan Boeing A-7036 membawa 8.438 kg bantuan berupa sembako, biskuit, roti dan susu. BNPB terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, kementerian/lembaga, BUMN, dunia usaha dan organisasi kemanusiaan untuk memastikan bantuan tersalurkan sesuai kebutuhan.
“Kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam memperkuat penanganan darurat, menjaga ketersediaan logistik, dan mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur,” tuturnya.
