Gerakan Penghijauan Ajak Warga Sumenep Rawat Lingkungan

Sabtu 22 Agu 2026, 21:27 WIB
Yayasan Nusa Jaya Tumbuh Bersama bersama warga dan pemuda melakukan penanaman pohon di Desa Daramista, Kecamatan Lenteng, Sumenep, sebagai bagian dari gerakan penghijauan. (Sumber: Istimewa)
Yayasan Nusa Jaya Tumbuh Bersama bersama warga dan pemuda melakukan penanaman pohon di Desa Daramista, Kecamatan Lenteng, Sumenep, sebagai bagian dari gerakan penghijauan. (Sumber: Istimewa)

SUMENEP, POSKOTA – Upaya menjaga kelestarian lingkungan terus digencarkan Yayasan Nusa Jaya Tumbuh Bersama melalui gerakan penghijauan berbasis masyarakat. Setelah dilakukan di sejumlah wilayah, seperti Lamongan, Banyuwangi, Jawa Timur, dan Jakarta Pusat, gerakan tersebut kini menyasar Desa Daramista, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep.

Kegiatan penanaman pohon di Desa Daramista dilakukan di sejumlah lokasi, yakni Lahan Wisata Boekit Tinggi, Lahan Pesantren Nurus Shabah, serta lahan milik warga di Dusun Billa Tompok.

Gerakan tersebut tidak hanya bertujuan menambah tutupan hijau, tetapi juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga dan merawat lingkungan secara berkelanjutan.

Pendiri Yayasan Nusa Jaya Tumbuh Bersama, Ahmad Muhlis Fanani, mengatakan penghijauan harus dipandang sebagai gerakan jangka panjang. Menurutnya, keberhasilan kegiatan tidak cukup hanya dilihat dari banyaknya pohon yang ditanam, tetapi juga dari keberlanjutan perawatannya.

Baca Juga: 25 Ucapan Selamat Maulid Nabi Muhammad SAW 2026, Penuh Doa dan Makna

“Kami ingin penanaman pohon menjadi gerakan bersama. Yang penting bukan hanya menanam, tetapi memastikan ada kepedulian untuk merawatnya. Pohon yang ditanam hari ini adalah investasi lingkungan untuk masyarakat di masa depan,” ujar Muhlis, Sabtu (22/8/2026).

Ia mengatakan perluasan gerakan penghijauan ke berbagai daerah merupakan bagian dari komitmen yayasan untuk membangun kepedulian lingkungan dengan melibatkan masyarakat secara langsung.

“Kami berharap gerakan ini tidak berhenti pada satu lokasi. Dari Lamongan, Banyuwangi, Jakarta Pusat hingga Sumenep, kami ingin membangun semangat yang sama bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” katanya.

Libatkan Pemuda dan Masyarakat

Ketua Yayasan Nusa Jaya Tumbuh Bersama, Moh. Syaiful Rahman, menilai penghijauan merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan dampak besar apabila dilakukan secara konsisten.

Menurutnya, keberadaan pohon memiliki fungsi ekologis penting, mulai dari membantu menyerap karbon, menjaga kualitas udara hingga mendukung keseimbangan ekosistem.

Karena itu, kegiatan menanam pohon perlu diikuti dengan kesadaran untuk merawatnya agar manfaat lingkungan dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Kami tidak ingin gerakan ini sekadar menjadi kegiatan tanam pohon. Kami ingin membangun kesadaran dan kolaborasi. Semakin banyak masyarakat yang terlibat, semakin besar pula manfaat yang bisa diberikan kepada lingkungan,” ujar Syaiful.

Keterlibatan generasi muda juga mendapat sambutan positif. Junaidi, pemuda Billatompok, mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi anak muda untuk ikut mengambil peran dalam menjaga lingkungan di wilayahnya.

“Kami sebagai pemuda tentu senang bisa ikut terlibat. Ini bukan hanya soal menanam pohon, tetapi bagaimana kami ikut menjaga lingkungan tempat kami tinggal,” katanya.

Junaidi berharap pohon-pohon yang telah ditanam dapat dirawat bersama sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Dukung Kawasan Wisata

Pengelola Wisata Boekit Tinggi, H. Sutomo, menyambut baik kegiatan penghijauan yang dilakukan di kawasan tersebut. Menurutnya, lingkungan hijau dan terawat dapat menjadi nilai tambah bagi sebuah destinasi wisata.

Ia berharap kolaborasi antara pengelola wisata, masyarakat, pemuda, dan lembaga sosial terus dikembangkan. Dengan demikian, penghijauan tidak berhenti pada seremoni penanaman, tetapi menjadi bagian dari pengelolaan kawasan secara berkelanjutan.

“Bagi kawasan wisata, lingkungan yang hijau tentu menjadi nilai tambah. Kami menyambut baik kegiatan ini dan berharap pohon yang ditanam bisa tumbuh dengan baik sehingga kawasan Boekit Tinggi semakin asri dan nyaman bagi masyarakat maupun pengunjung,” ujar Sutomo.

Gerakan penghijauan di Sumenep tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi muda dan pengelola kawasan wisata.


News Update