“Kami tidak ingin gerakan ini sekadar menjadi kegiatan tanam pohon. Kami ingin membangun kesadaran dan kolaborasi. Semakin banyak masyarakat yang terlibat, semakin besar pula manfaat yang bisa diberikan kepada lingkungan,” ujar Syaiful.
Keterlibatan generasi muda juga mendapat sambutan positif. Junaidi, pemuda Billatompok, mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi anak muda untuk ikut mengambil peran dalam menjaga lingkungan di wilayahnya.
“Kami sebagai pemuda tentu senang bisa ikut terlibat. Ini bukan hanya soal menanam pohon, tetapi bagaimana kami ikut menjaga lingkungan tempat kami tinggal,” katanya.
Junaidi berharap pohon-pohon yang telah ditanam dapat dirawat bersama sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Dukung Kawasan Wisata
Pengelola Wisata Boekit Tinggi, H. Sutomo, menyambut baik kegiatan penghijauan yang dilakukan di kawasan tersebut. Menurutnya, lingkungan hijau dan terawat dapat menjadi nilai tambah bagi sebuah destinasi wisata.
Ia berharap kolaborasi antara pengelola wisata, masyarakat, pemuda, dan lembaga sosial terus dikembangkan. Dengan demikian, penghijauan tidak berhenti pada seremoni penanaman, tetapi menjadi bagian dari pengelolaan kawasan secara berkelanjutan.
“Bagi kawasan wisata, lingkungan yang hijau tentu menjadi nilai tambah. Kami menyambut baik kegiatan ini dan berharap pohon yang ditanam bisa tumbuh dengan baik sehingga kawasan Boekit Tinggi semakin asri dan nyaman bagi masyarakat maupun pengunjung,” ujar Sutomo.
Gerakan penghijauan di Sumenep tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi muda dan pengelola kawasan wisata.
