“Yang jelas dampak kekeringan tak hanya dirasakan masyarakat yang membutuhkan air untuk keperluan sehari – hari, juga pada area pertanian produktif. Jika tidak segera dicarikan solusi, petani terancam gagal panen alias puso,” kata Heri.
“Pomponisasi di areal pertanian produktif menjadi salah satu solusi, hanya saja jika sungai juga ikut kering, repot juga jika mengandalkan sumur pompa mengingat debit air juga seret,” urai Yudi.
“Semoga kekeringan tidak berkepanjangan, hujan segera datang,” kata Heri.
“Negeri kita mengenal dua musim, kemarau dan penghujan. Repotnya lagi di musim kemarau kekeringan melanda, kita berharap segera turun hujan, begitu musim penghujan datang, banjir menerjang,” urai mas Bro.
Baca Juga: Obrolan Warteg: Teganya, Uang Rakyat untuk Bancakan
“Jadi kembali kepada bagaimana kita semua menjaga dan merawat dan melestarikan lingkungan, bukan merusaknya, juga memperbaiki tata kelola air bersih bagi kehidupan,” ujar Heri.
“Tak kalah pentingnya mari kita hemat air, terlebih di musim kemarau seperti sekarang ini,” harap mas Bro.
