Baca Juga: Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026, Ini Daftar Wilayah yang Bisa Menyaksikan Fenomena Langka
Minum sebelum haus
Haus merupakan tanda saat tubuh mulai kekurangan cairan atau dehidrasi ringan. Untuk mengatasinya, minum 1-2 gelas air putih setiap jam, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
Pilih oralit atau air kelapa
Air putih saja tidak cukup mengganti elektrolit (natrium, kalium) yang hilang dari dalam tubuh. Selain kembali oralit yang dijual secara bebas, kamu juga bisa membuat oralit sendiri dengan bahan: 1 liter air matang + 6 sendok teh gula + setengah sendok teh garam.
Hindari diuretik
Saat musim kemarau, terutama ketika cuaca sedang panas-panasnya, sebaiknya kurangi minum kopi, teh kental, alkohol, dan minuman berenergi lainnya. Pasalnya, minuman-minuman tersebut bisa mempercepat buang air kecil yang membuat tubuh semakin dehidrasi.
Pantau urine
Targetkan urine berwarna kuning muda seperti air lemon atau bening. Jika urine berwarna kuning gelap, maka itu tanda kamu harus segera minum.
Bagaimana Cara Agar Tidak Dehidrasi saat Cuaca Panas?
Terdapat beberapa cara agar tubuh tidak dehidrasi saat musim kemarau yang bisa dilakukan masyarakat, di antaranya:
- Jangan tunggu haus untuk minum
- Minum air putih minimal 2 liter per hari atau 8 gelas
- Perbanyak konsumsi buah dan sayur yang mengandung banyak air
- Hindari minuman manis dan berkafein
- Gunakan pakaian yang longgar dan ringan, serta punya bahan yang mudah menyerap keringat
- Hindari aktivitas berlebihan di luar ruangan
- Gunakan topi atau payung saat beraktivitas di luar ruangan
- Kenali tanda-tanda dehidrasi pada tubuh.
Daftar Minuman Pencegah Dehidrasi saat Musim Kemarau
Cara menghidrasi tubuh saya musim kemarau, yakni dengan mengonsumsi minuman yang baik dan tepat bagi tubuh. Berikut ini beberapa rekomendasi minuman yang dapat dijadikan pilihan.
- Air putih
- Air kelapa
- Jus jeruk
- Minuman isotonik
