Puncak Musim Kemarau 2026: Bulan Apa dan Wilayah Mana yang Paling Kering?

Kamis 20 Agu 2026, 15:00 WIB
Ilustrasi prakiraan puncak musim kemarau 2026. (Sumber: BMKG)
Ilustrasi prakiraan puncak musim kemarau 2026. (Sumber: BMKG)

POSKOTA.CO.ID - Memasuki pertengahan tahun, pertanyaan soal puncak musim kemarau 2026 bukan sekadar soal kapan cuaca terasa paling panas. Bagi sebagian orang, informasi ini berkaitan langsung dengan ketersediaan air, aktivitas pertanian, risiko kebakaran lahan, hingga rencana bepergian.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Indonesia mengalami puncak musim kemarau pada Agustus 2026. Namun, kemarau tidak datang bersamaan di seluruh Indonesia. Ada wilayah yang sudah mencapai puncaknya pada Juli, sementara daerah lainnya baru memasuki fase paling kering pada September.

Artinya, September belum tentu menjadi tanda bahwa hujan sudah merata. Begitu pula ketika hujan turun sesekali pada Agustus, bukan berarti musim kemarau otomatis telah berakhir.

Lantas, kapan sebenarnya puncak kemarau 2026 dan daerah mana yang perlu lebih waspada?

Baca Juga: Kenapa Banyak Nyamuk Saat Musim Kemarau? Simak Penyebab dan Cara Mengusirnya

Kapan Puncak Kemarau 2026?

Dilansir dari situs BMKG, Berdasarkan pemutakhirannya pada Juni 2026, MBKG menyebut puncak musim kemarau Indonesia paling banyak diprediksi berlangsung pada Agustus 2026. Sebanyak 369 Zona Musim (ZOM), atau sekitar 48,84 persen luas daratan Indonesia, diperkirakan mengalami puncak kemarau pada bulan tersebut.

"Indeks ENSO hingga pertengahan Mei 2026 telah melewati batasan Netral selama 5 dasarian. Kombinasi El Niño dan Monsun Australia yang aktif ini mengonfirmasi durasi kemarau yang lebih panjang dari biasanya." ujar BMKG dikutip Kamis, 20 Agustus 2026.

Setelah Agustus, kondisi kering masih berlanjut di sejumlah wilayah. BMKG memperkirakan 169 ZOM atau sekitar 25,41 persen luas daratan Indonesia baru mengalami puncak kemarau pada September. Sementara itu, 83 ZOM atau sekitar 12,26 persen wilayah telah mencapai puncaknya pada Juli.

Gambaran sederhananya seperti ini:

  • Juli 2026: sebagian wilayah sudah mencapai puncak kemarau.
  • Agustus 2026: menjadi bulan dengan cakupan puncak kemarau paling luas.
  • September 2026: sebagian wilayah masih berada dalam fase puncak kemarau.
  • Oktober–November: curah hujan tinggi diperkirakan mulai muncul secara bertahap di sejumlah wilayah.

Jadi, kalau pertanyaannya adalah “puncak kemarau 2026 bulan apa?”, jawaban paling sederhananya adalah Agustus. Tetapi untuk mengetahui kondisi suatu kota atau kabupaten, kalender nasional saja tidak cukup.

BMKG menggunakan pembagian Zona Musim karena karakteristik hujan setiap daerah berbeda. Jawa Tengah, misalnya, tidak selalu memasuki fase kering pada waktu yang persis sama dengan wilayah di Kalimantan atau Nusa Tenggara.

Mengapa Kemarau 2026 Perlu Diantisipasi?


Berita Terkait


News Update