JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya memperkuat kesiapan infrastruktur kelistrikan untuk mendukung operasional MRT Jakarta Fase 2A. Pasokan listrik yang andal menjadi elemen fundamental dalam menunjang operasional kereta, sistem telekomunikasi, hingga berbagai fasilitas pendukung di stasiun.
Pada pengembangan Fase 2A, PLN akan memasok kebutuhan listrik MRT Jakarta dari Gardu Induk Karet Lama dan Gas Insulated Switchgear (GIS) Menteng. Pasokan tersebut akan melengkapi sistem kelistrikan MRT Jakarta Fase 1 yang selama ini didukung dari Gardu Induk Pondok Indah dan CSW.
Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta, Rendy Primartantyo mengatakan dukungan kelistrikan PLN memiliki peran penting dalam menjaga kualitas dan keselamatan layanan MRT Jakarta, terutama pada pengembangan Fase 2A yang memiliki tujuh stasiun dengan jalur bawah tanah mencapai kedalaman 28 meter.
“Pasokan listrik merupakan salah satu faktor fundamental bagi operasional MRT Jakarta. Keandalan listrik memastikan seluruh ekosistem MRT dapat berjalan sesuai kebutuhan, mulai dari persinyalan, komunikasi, sistem pendingin stasiun, hingga fasilitas pendukung seperti eskalator dan lift. Terlebih pada Fase 2A yang seluruh jalurnya berada di bawah tanah, keandalan pasokan listrik menjadi bagian penting dalam memastikan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna,” ucapnya.
Baca Juga: PLN Hadirkan Program Diskon Tambah Daya 50 Persen, Spesial Merdeka Daya HUT ke-81 RI
Secara keseluruhan, MRT Jakarta menggunakan pasokan listrik bertegangan 150 kilovolt (kV) yang kemudian diturunkan menjadi 20 kV untuk memenuhi kebutuhan stasiun dan operasional kereta. Dukungan pasokan dari empat gardu listrik tersebut dipersiapkan untuk menopang operasional lintas utara–selatan dari Lebak Bulus hingga Kota dengan total 20 stasiun.
Rendy menambahkan, kolaborasi PLN dan MRT Jakarta telah terjalin sejak Fase 1 mulai beroperasi dan menjadi salah satu fondasi dalam menghadirkan layanan transportasi publik berstandar internasional di Jakarta.
“Sejak Fase 1 lintas utara–selatan beroperasi tujuh tahun lalu, PLN terus mendukung kami dengan pasokan listrik yang baik. Menjelang operasional Fase 2A, kami melihat dukungan ini bukan sekadar kerja sama penyediaan listrik, tetapi kolaborasi antara BUMD dan BUMN untuk menghadirkan infrastruktur transportasi publik Jakarta yang mampu bersaing, bahkan lebih baik, dengan sistem metro di negara lain,” kata Rendy.
Disamping itu, berdasarkan halaman website Community of Metros (COMET), MRT Jakarta ditetapkan sebagai salah satu metro terbaik di dunia dalam kualitas layanan transportasi publik sekaligus mendukung target Jakarta mencapai peringkat 50 dalam Indeks Kota Global pada 2030.
General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, mengatakan PLN berkomitmen memastikan kesiapan pasokan dan infrastruktur kelistrikan sejalan dengan perkembangan sistem transportasi massal berbasis listrik di Jakarta.
