POSKOTA.CO.ID - Komposisi Timnas Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakin beragam. Sejumlah pemain lahir dan besar di luar negeri, sementara lainnya meniti karier sepak bola di Eropa, Australia, maupun negara lain sebelum akhirnya memperkuat skuad Garuda.
Kondisi ini kemudian memunculkan pertanyaan sederhana: kenapa banyak pemain Timnas Indonesia berasal dari luar negeri dan apakah mereka semuanya pemain naturalisasi?
Jawabannya tidak sesederhana melihat tempat lahir atau klub tempat seorang pemain berkarier.
Pemain yang tumbuh di luar Indonesia tidak otomatis berstatus pemain asing. Selama memiliki kewarganegaraan Indonesia dan memenuhi ketentuan kelayakan FIFA, pemain tersebut dapat dipanggil untuk membela Timnas Indonesia.
Artinya, tempat seorang pesepak bola lahir bukan satu-satunya faktor yang menentukan apakah ia bisa memperkuat sebuah tim nasional.
Baca Juga: Jadwal Timnas Indonesia Selanjutnya usai FIFA ASEAN Cup 2026, Jumpa Yordania November
Mengapa Timnas Indonesia Banyak Memantau Pemain Diaspora?
Salah satu alasannya berkaitan dengan perluasan pencarian bakat. PSSI dan pemerintah dalam beberapa tahun terakhir aktif memantau pemain keturunan Indonesia yang berkembang di berbagai negara.
Pemain yang sejak kecil berlatih dalam sistem sepak bola Belanda, Belgia, Italia, Australia, atau negara lain tentu menjadi bagian dari kumpulan talenta yang bisa dipertimbangkan.
Namun, status keturunan saja tidak cukup. Pelatih tetap harus melihat kualitas teknis, kondisi fisik, posisi yang dibutuhkan, hingga aturan FIFA sebelum seorang pemain bisa masuk skuad.
Beberapa nama seperti Ole Romenij, Tim Geypens, dan Dion Markx menjadi contoh pemain keturunan yang kemudian memperoleh kewarganegaraan Indonesia melalui proses pewarganegaraan pada Februari 2025.
Saat pengambilan sumpah, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menegaskan bahwa proses tersebut memiliki makna lebih luas.
