332 Tenant di Blok M Ditata saat Revitalisasi Besar-besaran

Selasa 06 Okt 2026, 20:55 WIB
Gubernur Jakarta, Pramono Anung memberikan sambutan di acara Peluncuran konsep desain Transformasi Blok M Fase Ultimate, Jakarta Selatan, Selasa, 6 Oktober 2026. (Sumber: Poskota/Syifa Putri)
Gubernur Jakarta, Pramono Anung memberikan sambutan di acara Peluncuran konsep desain Transformasi Blok M Fase Ultimate, Jakarta Selatan, Selasa, 6 Oktober 2026. (Sumber: Poskota/Syifa Putri)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Peluncuran konsep desain Transformasi Blok M Fase Ultimate menandai dimulainya revitalisasi kawasan Blok M, Jakarta Selatan, yang akan dilakukan secara bertahap.

Gubernur Jakarta, Pramono Anung memastikan aktivitas di kawasan Blok M tidak akan berhenti selama proses revitalisasi berlangsung.

“Blok M nggak boleh berhenti. Blok M nggak boleh napasnya itu tidak tersambungkan. Jadi Blok M itu harus ada terus karena memang di sini seluruh aktivitas tidak pernah terputus,” kata Pramono saat memberikan sambutan, Selasa, 6 Oktober 2026.

Menurut Pramono, Blok M memiliki daya tarik tersendiri, khususnya bagi anak muda. Kawasan tersebut dikenal sebagai tempat mencari kuliner, mengikuti tren, hingga menikmati berbagai aktivitas ekonomi dan budaya.

Baca Juga: Usung Konsep TOD, Kawasan Blok M Dirancang jadi Hub Wisata dan Ekonomi Baru Jakarta

Oleh karena itu, ia meminta revitalisasi tidak menghilangkan identitas Blok M yang selama ini dikenal dengan sebutan “Negara Blok M”.

“Walaupun Blok M mengalami penyempurnaan, dibangun, direvitalisasi menjadi lebih baik, lebih modern, lebih tertata, tetapi saya berharap bahwa Blok M tidak kehilangan ruh utamanya,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat mengatakan proses pembangunan akan dilakukan secara bertahap. Sebelum groundbreaking, seluruh tenant yang terdampak akan menjalani proses transisi.

“Pada saat nanti kita melakukan pembangunan, sebelum melakukan groundbreaking, kami menjamin semua tenant yang 332 itu kami lakukan transisi. Transisi nanti tempatnya kami lakukan secara tepat transisinya. Jadi tidak pernah ada aktivitas yang terputus,” kata Tuhiyat.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Tempat Nongkrong di Blok M, dari yang Estetik hingga Gratis

Ia juga memastikan layanan TransJakarta tetap berjalan selama pembangunan. MRT Jakarta akan berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah terkait untuk mengatur operasional transportasi selama proses revitalisasi.


Berita Terkait


News Update