POSKOTA.CO.ID - Musim kemarau 2026 masih menjadi perhatian masyarakat di berbagai daerah Indonesia.
Memasuki Agustus, sejumlah wilayah mulai mengalami hari tanpa hujan yang lebih panjang, curah hujan rendah, serta suhu udara yang terasa lebih terik pada siang hari.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah memprakirakan bahwa musim kemarau 2026 akan berlangsung dengan karakter yang cenderung lebih kering dibandingkan kondisi normal di banyak wilayah.
Berdasarkan pemutakhiran prakiraan BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mengalami musim kemarau dengan curah hujan di bawah normal.
Kondisi tersebut berkaitan dengan pengaruh fenomena El Niño yang turut memengaruhi berkurangnya suplai hujan di sejumlah wilayah Indonesia.
Lantas, musim kemarau 2026 di Indonesia sampai bulan apa dan berapa lama durasinya di setiap wilayah? Berikut perkiraan BMKG berdasarkan wilayah di Indonesia.
Baca Juga: Dikta Resmi Menikah dengan Rachel Florencia, Akad Digelar 16 Agustus 2026
Musim Kemarau 2026 di Indonesia Sampai Bulan Apa?
Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan, secara umum musim kemarau tahun ini diperkirakan berakhir sekitar pertengahan Oktober 2026.
Namun, waktu berakhirnya musim kemarau dapat berbeda-beda di setiap wilayah karena karakteristik iklim Indonesia tidak seragam.
"Pada umumnya musim kemarau tahun 2026 di Indonesia akan berakhir di sekitar pertengahan bulan Oktober," kata Ardhasena dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, Kamis, 30 Juli 2026.
Ardhasena menjelaskan bahwa tanda-tanda masuknya musim hujan dapat dilihat melalui peta prakiraan iklim BMKG.
Ia menyebut, pada Oktober dan November, sejumlah wilayah mulai menunjukkan perubahan kondisi yang mengindikasikan datangnya musim hujan.
"Bulan Oktober dan November kita mulai muncul warna kuning yang menunjukkan bahwa hujan di wilayah Indonesia mulai normal walaupun juga kita lihat di bulan November itu hujan di Pulau Jawa misalkan, masih di bawah normal, tapi hujannya sudah mulai datang dan masuk ke wilayah Jawa," jelas dia.
Meski demikian, kondisi hujan di beberapa daerah masih dapat berada di bawah normal sehingga masyarakat tetap perlu memantau informasi cuaca dan iklim terbaru dari BMKG.
Baca Juga: Anak dan Istri Imaduddin Siapa? Viral Camat Mawasangka Gegara Karpet Bermotif Masjid di HUT RI ke-81
Perkiraan Kemarau 2026 Tiap Wilayah di Indonesia
Berdasarkan data pemutakhiran BMKG per Juni 2026, periode kemarau dapat berlangsung selama beberapa dasarian hingga ratusan hari.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat di setiap daerah tidak dapat menggunakan satu patokan waktu yang sama untuk menentukan kapan musim kemarau berakhir.
Kondisi lokal perlu menjadi pertimbangan karena awal dan akhir musim dapat berbeda antarwilayah. Berikut rincian perkiraan durasi musim kemarau berdasarkan wilayah:
1. Sumatra
Wilayah Sumatra diperkirakan mengalami musim kemarau selama 3-28 dasarian, atau sekitar 30-280 hari.
Durasi tersebut menunjukkan adanya perbedaan cukup lebar antarwilayah di Pulau Sumatra.
Sebagian daerah dapat mengalami periode kemarau lebih singkat, sementara wilayah lainnya berpotensi mengalami kemarau lebih panjang.
2. Jawa
Pulau Jawa diprakirakan mengalami musim kemarau selama 11-30 dasarian, atau sekitar 110-300 hari.
Dengan durasi tersebut, sejumlah wilayah di Jawa dapat mengalami periode kering yang cukup panjang.
Namun, memasuki Oktober dan November, curah hujan diprakirakan mulai kembali masuk secara bertahap.
3. Bali, NTB, dan NTT
Wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) diprakirakan memiliki durasi musim kemarau sekitar 19-29 dasarian, atau 190-290 hari.
Wilayah kepulauan di bagian selatan Indonesia ini dikenal memiliki periode musim kemarau yang relatif panjang dibandingkan sejumlah wilayah lainnya.
4. Kalimantan
Di Kalimantan, musim kemarau diprakirakan berlangsung selama 4-18 dasarian, atau sekitar 40-180 hari.
Durasi kemarau di wilayah Kalimantan juga berbeda antarwilayah. Karena itu, kondisi cuaca lokal tetap perlu diperhatikan ketika menentukan masa peralihan menuju musim hujan.
5. Sulawesi
Pulau Sulawesi diprakirakan mengalami musim kemarau selama 5-28 dasarian, atau sekitar 50-280 hari.
Perbedaan durasi tersebut dipengaruhi karakteristik geografis dan iklim masing-masing wilayah.
Masyarakat perlu mengikuti pembaruan informasi BMKG untuk mengetahui perkembangan musim di daerah masing-masing.
6. Maluku Utara, Maluku, dan Papua
Sementara itu, wilayah Maluku Utara, Maluku, dan Pulau Papua diprakirakan mengalami musim kemarau selama 3-23 dasarian, atau sekitar 30-230 hari.
Perbedaan durasi tersebut kembali menunjukkan bahwa pola musim di Indonesia sangat beragam.
Waktu berakhirnya kemarau di satu daerah tidak selalu sama dengan wilayah lainnya.
