Ia menyebut, pada Oktober dan November, sejumlah wilayah mulai menunjukkan perubahan kondisi yang mengindikasikan datangnya musim hujan.
"Bulan Oktober dan November kita mulai muncul warna kuning yang menunjukkan bahwa hujan di wilayah Indonesia mulai normal walaupun juga kita lihat di bulan November itu hujan di Pulau Jawa misalkan, masih di bawah normal, tapi hujannya sudah mulai datang dan masuk ke wilayah Jawa," jelas dia.
Meski demikian, kondisi hujan di beberapa daerah masih dapat berada di bawah normal sehingga masyarakat tetap perlu memantau informasi cuaca dan iklim terbaru dari BMKG.
Baca Juga: Anak dan Istri Imaduddin Siapa? Viral Camat Mawasangka Gegara Karpet Bermotif Masjid di HUT RI ke-81
Perkiraan Kemarau 2026 Tiap Wilayah di Indonesia
Berdasarkan data pemutakhiran BMKG per Juni 2026, periode kemarau dapat berlangsung selama beberapa dasarian hingga ratusan hari.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat di setiap daerah tidak dapat menggunakan satu patokan waktu yang sama untuk menentukan kapan musim kemarau berakhir.
Kondisi lokal perlu menjadi pertimbangan karena awal dan akhir musim dapat berbeda antarwilayah. Berikut rincian perkiraan durasi musim kemarau berdasarkan wilayah:
1. Sumatra
Wilayah Sumatra diperkirakan mengalami musim kemarau selama 3-28 dasarian, atau sekitar 30-280 hari.
Durasi tersebut menunjukkan adanya perbedaan cukup lebar antarwilayah di Pulau Sumatra.
Sebagian daerah dapat mengalami periode kemarau lebih singkat, sementara wilayah lainnya berpotensi mengalami kemarau lebih panjang.
2. Jawa
Pulau Jawa diprakirakan mengalami musim kemarau selama 11-30 dasarian, atau sekitar 110-300 hari.
Dengan durasi tersebut, sejumlah wilayah di Jawa dapat mengalami periode kering yang cukup panjang.
