LEBAK, POSKOTA.CO.ID - Bagi Murnah, 75 tahun, musim kemarau bukan sekadar membuat tanah sawah mengering. Musim kering yang melanda selama hampir tiga bulan ini telah merenggut sumber penghasilan utama yang menjadi tumpuan hidup keluarganya, di tengah kebutuhan makan yang harus terus dipenuhi setiap hari.
Warga Kampung Cipasung, Desa Sukarendah, Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Banten, itu kini tak bisa lagi berharap banyak dari lahan miliknya. Sawah satu-satunya yang berukuran kecil itu kini mengeras, retak-retak, dan tanahnya memerah akibat ketiadaan hujan dan ketersediaan air.
"Sudah hampir tiga bulan kering. Tidak ada hujan. Bareureum (tanahnya kemerah-merahan), kering karena kemarau. Sudah parah," kata Murnah, Kamis, 20 Agustus 2026.
Dalam kondisi normal, sawah tersebut mampu menghasilkan sekitar empat karung gabah tiap panen. Meski tak banyak, hasil tersebut sangat membantu menopang kebutuhan pangan harian keluarganya, tetapi kini tanaman padi terancam gagal panen total.
Baca Juga: Petani di Lebak Terpaksa Panen Lebih Awal saat Kemarau Panjang, Hasil Anjlok 70 Persen
Beban Pengeluaran Bertambah saat Penghasilan Nihil
Ketika sawah berhenti menghasilkan, Murnah terpaksa membeli beras untuk kebutuhan harian. Ia membeberkan, harga beras berkisar antara Rp12.000-12.500 per liter, bahkan mencapai Rp13.000 untuk kualitas bagus.
Dengan konsumsi harian keluarga sekitar tiga liter, ia harus merogoh kocek Rp36.000-39.000 per hari hanya untuk beras. Jika ditambah kebutuhan dapur lain seperti tempe, ikan asin, sayuran, dan minyak goreng sebesar Rp20.000, total pengeluaran mencapai sekitar Rp50.000 per hari.
Ironisnya, kesempatan kerja Murnah justru lenyap saat saat pengeluaran membengkak. Di usianya yang telah menginjak 75 tahun, ia biasa mencari nafkah sebagai buruh tani di sawah tetangga.
"Sekarang tidak ada pekerjaan karena kemarau. Kalau enggak kemarau mah ada saja kerjaan, bisa ikut ngegebot di sawah tetangga, tapi ini mah enggak ada," ujarnya.
Baca Juga: 43 Hektare Lahan Pertanian di Kabupaten Tangerang Terancam Gagal Panen
Tanggung 5 Anggota Keluarga saat Masa Senja
Beban hidup Murnah semakin berat karena ia mendiami rumah bersama lima anggota keluarga. Salah seorang anaknya yang telah berkeluarga mengalami kebutaan, sehingga tidak lagi sanggup bekerja.
