BANDUNG BARAT, POSKOTA.CO.ID - Tumpukan sampah yang diduga merupakan sisa makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ditemukan di kawasan PTPN VIII Bukit Unggul, Desa Cipanjalu, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung.
Sampah yang masih terbungkus kantong plastik atau trash bag itu terlihat dibuang di sekitar aliran sungai, tak jauh dari Jembatan Cibodas. Temuan tersebut menimbulkan bau menyengat dan mengundang lalat.
Pantauan Pos Kota di lokasi, Kamis, 20 Agustus 2026, aroma busuk bahkan tercium hingga ruas jalan yang menjadi akses menuju kawasan Palintang dan Cibodas.
Temuan itu sebelumnya diunggah melalui akun TikTok @mansurkadarusman. Dalam video tersebut, warga menduga tumpukan sampah berisi sisa nasi, lauk-pauk dan makanan lainnya dari program MBG.
Baca Juga: 60 SPPG di Kabupaten Tangerang Belum Kantongi SLHS, Satgas MBG Siapkan Laporan ke BGN
"Kejadian lagi, ada yang membuang sampah MBG ke sungai. Ini sisa-sisa nasi, lauk-pauk, semuanya dibuang ke sini," ujar Arif, 50 tahun warga setempat.
Warga menduga sampah tersebut sengaja dibawa menggunakan kendaraan dan dibuang pada malam hari.
Karena itu, masyarakat diminta ikut mengawasi kawasan tersebut dan melaporkan jika menemukan kendaraan mencurigakan yang berhenti lalu membuang sampah.
Warga juga meminta pengelola kawasan perkebunan dan pihak terkait menelusuri asal sampah tersebut.
Baca Juga: Kasus Korupsi MBG, Kejagung Periksa 16 Saksi dari Perusahaan hingga Yayasan
"Kepada pimpinan perkebunan, ini wilayahnya dipakai tempat pembuangan sampah. Coba ditelusuri apakah benar sampah tersebut berasal dari salah satu dapur MBG," ucapnya.
Jika terbukti ada pihak yang sengaja membuang sisa makanan MBG ke sungai, warga meminta tindakan tegas diberikan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Menurut warga, sisa makanan sebenarnya masih dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain, seperti pakan ikan, lele, entok maupun ayam.
Sementara itu, warga bernama Ayi mengatakan berdasarkan informasi yang diterimanya, sampah tersebut diduga sudah dibuang sekitar dua minggu lalu.
Baca Juga: Modus Rekrutmen Pegawai Dapur MBG, Pria di Pandeglang Tipu 400 Orang
"Dua minggu lalu baunya sangat menyengat sampai ke jalan. Sekarang tidak tahu masih bau atau tidak," kata Ayi.
Namun, Ayi mengaku belum mengetahui secara pasti dari dapur MBG mana sampah tersebut berasal maupun siapa yang membawanya ke lokasi.
"Kalau dari Bandung terlalu jauh ke sini. Mungkin dari dapur MBG yang lebih dekat, tapi kami tidak tahu pasti dari mana," ujarnya.
Ayi juga menyoroti persoalan makanan MBG yang tidak habis dikonsumsi siswa.
Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi agar makanan yang telah disediakan tidak berakhir menjadi sampah.
"Daripada makanan menumpuk dan terbuang seperti ini, lebih baik programnya dihentikan. Alihkan anggarannya untuk kebutuhan pangan masyarakat kecil," pungkasnya.
Hingga berita ini ditulis, dugaan asal-usul tumpukan sampah tersebut masih perlu ditelusuri lebih lanjut. Pemerintah daerah, pengelola program MBG dan pihak PTPN VIII diharapkan segera melakukan pengecekan di lokasi.
