Daftar Titik Api di Google Maps Karhutla Kalimantan, Ribuan Titik Panas Terdeteksi di Sejumlah Wilayah

Kamis 20 Agu 2026, 20:59 WIB
Karhutla masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan. Ribuan titik panas terdeteksi dan asap kebakaran mulai mengganggu aktivitas masyarakat. (Sumber: SiPongi)
Karhutla masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan. Ribuan titik panas terdeteksi dan asap kebakaran mulai mengganggu aktivitas masyarakat. (Sumber: SiPongi)

POSKOTA.CO.ID - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian di Pulau Kalimantan. Asap tebal mulai terasa di sejumlah daerah, sementara pemantauan titik panas menunjukkan aktivitas kebakaran masih tersebar di beberapa wilayah.

Kondisi ini tidak hanya menjadi persoalan lingkungan. Ketika asap bertahan dan meluas, aktivitas masyarakat ikut terdampak. Risiko gangguan kesehatan juga meningkat, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran atau wilayah yang terkena paparan asap.

Melansir dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memetakan ribuan titik panas di Indonesia. Kalimantan menjadi salah satu wilayah dengan konsentrasi titik panas cukup tinggi.

Baca Juga: Karhutla Kalimantan Picu Asap Pekat, Jarak Pandang Warga Tinggal 1–2 Meter

Ribuan Titik Panas Terdeteksi di Kalimantan

Berdasarkan data yang dicantumkan, terdapat 1.106 titik panas di Kalimantan. Sebarannya tidak hanya berada di satu provinsi, melainkan mencakup hampir seluruh kawasan Kalimantan.

Rinciannya terdiri dari 521 titik di Kalimantan Barat, 424 titik di Kalimantan Tengah, 40 titik di Kalimantan Selatan, 103 titik di Kalimantan Timur, dan 18 titik di Kalimantan Utara.

Angka tersebut memberikan gambaran bahwa persoalan karhutla memiliki cakupan yang cukup luas. Titik panas sendiri merupakan indikator yang digunakan untuk mendeteksi kemungkinan adanya aktivitas kebakaran atau sumber panas di permukaan. Karena itu, keberadaannya tetap perlu dibaca bersama kondisi lapangan dan data penanganan kebakaran.

Data SiPongi yang menjadi acuan tambahan juga menunjukkan sebaran api dalam konteks titik kebakaran berukuran besar di kawasan Kalimantan.

Kalimantan Tengah Hadapi Dampak Karhutla

Di Kalimantan Tengah, luas lahan yang terbakar dilaporkan mencapai 148,71 hektare. Penanganan karhutla pun melibatkan lebih dari 10 ribu personel gabungan.

Jumlah personel yang besar menunjukkan bahwa penanganan kebakaran tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja. Pemadaman membutuhkan koordinasi antara pemerintah daerah, BPBD, aparat, petugas pemadam, relawan, hingga unsur masyarakat di lapangan.

Adapun netizen Threads berkomentar soal Karhutla di Kalimantan:

"HELP...HELP..!!! Ini udah satu pulau Kalimantan yg terbakar, udh gak ada udara segar buat dihirup. Korporasi harus tanggung jawab ! Menhut kemana ?? # Pray for Kalimantan" ujar akun @ryandhra

Dampak karhutla juga mulai terlihat dari sisi kesehatan. BPBD Kalimantan Tengah melaporkan lebih dari 66 ribu kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

"yang aku khawatir kan cuma gmn nasib binatang yg dihutan,klo manusianya mah bodoh amat toh kalian yg buat kerusakan dimuka bumi ini" ujar @lit***

Baca Juga: Karhutla Gunung Bromo Meluas hingga 550 Hektare, Warga Diminta Waspadai Dampak Asap bagi Kesehatan

Dampak Karhutla yang Perlu Diwaspadai

Ada beberapa dampak yang paling mudah dirasakan masyarakat ketika kebakaran hutan dan lahan meluas:

Kualitas udara menurun

Asap kebakaran dapat membuat udara menjadi pekat dan mengganggu kenyamanan warga.

Aktivitas masyarakat terganggu

Jarak pandang dan kondisi udara dapat memengaruhi mobilitas serta kegiatan di luar ruangan.

Risiko gangguan pernapasan meningkat

Paparan asap menjadi perhatian serius, khususnya bagi kelompok yang rentan.

Penanganan membutuhkan banyak personel

Karhutla di area luas membutuhkan pemadaman sekaligus pemantauan agar api tidak kembali meluas.

Karhutla di Kalimantan menunjukkan bahwa persoalan kebakaran hutan dan lahan bukan hanya soal api yang harus dipadamkan. Asap, kualitas udara, kesehatan masyarakat, dan aktivitas harian ikut menjadi bagian dari dampaknya.

Karena itu, pemantauan titik panas perlu diikuti dengan pengecekan kondisi di lapangan. Semakin cepat titik api terdeteksi dan ditangani, semakin besar peluang dampak karhutla dapat ditekan sebelum meluas.


Berita Terkait


News Update