Bertepatan HUT RI ke-81, Pedagang Nasi Uduk di Depok Diduga jadi Korban Sirep hingga Motor Raib

Senin 17 Agu 2026, 15:32 WIB
Sumardi (60) menunjukkan motor pelaku yang ditinggalkan usai menukarnya dengan motor Honda Beat miliknya pada Senin, 17 Agustus 2026 di Curug Cimanggis, Kota Depok. (Sumber: Pos Kota/Angga)
Sumardi (60) menunjukkan motor pelaku yang ditinggalkan usai menukarnya dengan motor Honda Beat miliknya pada Senin, 17 Agustus 2026 di Curug Cimanggis, Kota Depok. (Sumber: Pos Kota/Angga)

DEPOK, POSKOTA.CO.ID - Seorang pedagang nasi uduk di kawasan Cisalak Pasar, Cimanggis, Depok, diduga menjadi korban penipuan dengan modus hipnotis atau “sirep”. Motor Honda Beat miliknya dibawa kabur pria yang berpura-pura menjadi pembeli pada Senin, 17 Agustus 2026 pagi, bertepatan dengan perayaan HUT Kemerdekaan RI (HUT RI) ke-81.

Pelaku diduga sengaja meninggalkan sepeda motor miliknya yang sebelumnya disebut rusak. Namun, setelah diperiksa, motor tersebut ternyata masih dapat dinyalakan dan memiliki bensin sekitar satu liter.

Korban, Sri Mulyani (44), menceritakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 06.30 WIB ketika suaminya, Sumardi (60), sedang menjaga warung nasi uduk di wilayah Cisalak Pasar.

“Datang seorang laki-laki untuk sarapan nasi uduk yang saat itu sedang dilayani sama suami. Setelah membayar nasi uduk, ternyata nasi uduk diminta pelaku untuk dibungkus,” kata Sri kepada Pos Kota, Senin.

Baca Juga: Siswi SMP 15 Tahun Hilang di Depok, Polisi Telusuri Jejak hingga Berujung di Rumah Teman

Setelah itu, pelaku mengaku sepeda motornya kehabisan bensin. Ia kemudian meminta bantuan dengan meminjam sepeda motor milik korban dengan alasan hendak mengantarkan paket televisi.

Karena merasa kasihan dan tidak menaruh curiga, Sumardi akhirnya meminjamkan motornya kepada pelaku.

“Karena suami saya melihatnya kasihan dan alasan pelaku harus mengantar paket TV, akhirnya tanpa ada rasa curiga sama sekali suami meminjamkan motor ke pelaku,” ujarnya.

Pelaku kemudian menyerahkan kunci sepeda motor miliknya kepada Sumardi dengan alasan kendaraan tersebut tidak bisa dinyalakan.

Baca Juga: Saepullah Tersangka Mutilasi di Depok Baru Tahu Positif HIV usai Donor Darah

Namun, pelaku tak kunjung kembali. Motor milik korban yang dibawa pelaku juga akhirnya raib.

Motor tersebut merupakan Honda Beat merah bernomor polisi B 6691 EZL. Saat diperiksa, sepeda motor yang ditinggalkan pelaku justru masih dapat menyala.

“Setelah sama suami saya dicek ternyata motor pelaku yang ditinggal di warung masih bisa hidup, dan masih ada bensin di tangki sekitar satu liter,” ungkap Sri.

Sri menduga alasan motor pelaku rusak hanya modus untuk mendapatkan kepercayaan suaminya. Pelaku kemudian membawa kabur sepeda motor korban.

Baca Juga: Normalisasi Kali Pesanggrahan Depok, Alat Berat Dikerahkan Angkut Sampah

Diduga seperti Terhipnotis

Sri juga menduga suaminya berada dalam kondisi seperti terhipnotis saat berhadapan dengan pelaku. Menurutnya, Sumardi mengikuti permintaan pelaku tanpa banyak melakukan perlawanan.

“Suami saya saat kejadian nurut saja dengan apa yang disuruh pelaku, seperti kaya habis disirep atau hipnotis, tidak bisa melawan,” tuturnya.

Berdasarkan keterangan Sumardi, pelaku memiliki ciri-ciri kulit putih, tinggi sekitar 170 sentimeter, tubuh agak berisi, serta mengenakan kaos hitam dan celana panjang cokelat.

Pelaku juga menggunakan Yamaha Vega berwarna silver tanpa pelat nomor. Di atas motor tersebut terdapat kardus televisi LCD berukuran sekitar 50 inci yang disebut menjadi alasan pelaku mengaku harus mengantarkan paket.

Baca Juga: Viral Challenge Hafalan Al-Qur'an Berhadiah Miras, MUI Depok Ikut Mengecam

Sri mengatakan Honda Beat yang dibawa kabur merupakan satu-satunya kendaraan yang digunakan keluarganya untuk berjualan dan berbelanja kebutuhan dagangan ke pasar.

Kondisi itu membuat keluarga korban menghadapi dilema untuk melaporkan kasus tersebut ke polisi karena sepeda motor pelaku yang ditinggalkan di warung kemungkinan akan menjadi barang bukti.

“Motor yang diambil pelaku satu-satunya alat transportasi untuk berjualan dan ke pasar. Sehingga jika membuat laporan ke polisi nanti motor pelaku dijadikan barang bukti, sehingga nanti dirinya akan kesulitan berdagang,” kata Sri.

Ia berharap sepeda motornya dapat kembali dan pelaku segera ditemukan.

Baca Juga: Sempat Buang Kunci T, 2 Pelaku Curanmor di Ciracas Jaktim Diringkus

Sri mengaku bukan kali ini keluarganya mengalami kehilangan kendaraan. Tiga tahun sebelumnya, sebuah mobil milik keluarganya juga hilang akibat dugaan penipuan.

“Sudah buat laporan ke Polsek Cimanggis tapi sampai sekarang tidak ada kabar baik,” ujarnya.

Polisi Minta Korban Segera Melapor

Terpisah, Kapolsek Cimanggis Kompol Jupriono meminta korban segera membuat laporan resmi terkait kejadian tersebut.

Menurutnya, laporan diperlukan agar polisi dapat melakukan proses penanganan dan penyelidikan terhadap kasus kehilangan sepeda motor tersebut.

Baca Juga: 769 Kasus Curanmor Terungkap, Sosiolog Beberkan Motif Pelaku Masih Nekat Beraksi

Kasus tersebut kini diharapkan dapat segera dilaporkan secara resmi agar polisi dapat menindaklanjuti dugaan penipuan dan pencurian sepeda motor yang dialami pedagang nasi uduk tersebut.

“Jika tidak membuat laporan resmi tidak bisa diproses lebih lanjut,” kata Jupriono.


Berita Terkait


News Update