POSKOTA.CO.ID - Gerhana matahari total biasanya menjadi pemandangan yang dinikmati dari permukaan Bumi. Namun, NASA memperlihatkan sudut pandang yang jauh berbeda: bagaimana fenomena tersebut terlihat dari luar angkasa.
Dalam foto yang dibagikan NASA, bayangan inti Bulan atau umbra tampak seperti area gelap yang membentang di permukaan Bumi. Pemandangan ini diabadikan dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) ketika gerhana matahari total berlangsung pada 2024.
Bagi pengamat di Bumi, perhatian biasanya tertuju pada Matahari yang perlahan tertutup Bulan. Dari orbit, justru bayangannya yang menjadi pusat perhatian.
Baca Juga: Dari Jalanan ke Ruang Digital, Komunitas Punk di Tangsel Disiapkan jadi Influencer Lingkungan
Bayangan Bulan Terlihat Jelas dari ISS
Foto tersebut diambil melalui jendela Cupola, salah satu bagian ISS yang memungkinkan astronaut mengamati Bumi secara langsung dari luar angkasa.
Dari ketinggian orbit, bentuk umbra terlihat berbeda dibandingkan ketika fenomena gerhana diamati dari daratan. Bayangan gelap itu tampak menutupi sebagian wilayah Amerika Utara, memberikan gambaran mengenai luas area yang berada di jalur totalitas.
NASA menyebut bayangan tersebut melintasi wilayah Quebec dan New Brunswick di Kanada, kemudian mencapai Maine di Amerika Serikat.
“Bayangan inti Bulan menyelimuti sebagian permukaan Bumi,” menjadi gambaran sederhana mengenai apa yang terlihat dalam dokumentasi tersebut.
Foto semacam ini menarik bukan hanya karena nilai visualnya. Ada konteks ilmiah di baliknya. Bayangan yang terlihat merupakan bagian dari proses ketika Bulan berada tepat di antara Matahari dan Bumi, sehingga cahaya Matahari terhalang pada wilayah tertentu.
Baca Juga: Skema Pinjaman Koperasi Merah Putih untuk Perorangan 2026: Syarat, Plafon, dan Jaminan
Mengapa Umbra Bulan Bisa Terlihat dari Luar Angkasa?
Ada dua bagian utama bayangan Bulan dalam fenomena gerhana, yakni penumbra dan umbra. Umbra merupakan bagian bayangan paling gelap, tempat pengamat di permukaan Bumi dapat mengalami gerhana matahari total apabila berada di jalurnya.
Dari ISS, bentuk bayangan ini memberikan perspektif yang sulit diperoleh dari permukaan Bumi.
1. Umbra menjadi area paling gelap
Bagian ini muncul ketika cahaya Matahari terhalang sepenuhnya oleh Bulan. Wilayah yang dilewati umbra menjadi jalur gerhana matahari total.
2. Bayangan bergerak mengikuti posisi Bulan
Umbra tidak diam di satu tempat. Seiring Bulan bergerak dalam orbitnya dan Bumi berotasi, bayangan tersebut bergerak melintasi permukaan Bumi.
3. ISS menawarkan sudut pandang berbeda
Astronaut di ISS dapat melihat fenomena tersebut dari atas. Karena itu, dokumentasi NASA memperlihatkan gerhana bukan dari sisi Matahari dan Bulan, melainkan dari dampaknya terhadap permukaan Bumi.
Foto gerhana matahari total dari ISS menunjukkan bahwa fenomena astronomi tidak hanya menarik ketika dilihat langsung dari Bumi. Dari orbit, peristiwa yang sama justru memperlihatkan skala yang lebih luas: sebuah bayangan Bulan bergerak melintasi permukaan planet.
