Hasil RUPSLB Telkom 2026: Spin-Off InfraNexia Disetujui, Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru

Kamis 01 Okt 2026, 16:07 WIB
RUPLSB Telkom, Rabu, 30 September 2026. (Sumber: Telkom)
RUPLSB Telkom, Rabu, 30 September 2026. (Sumber: Telkom)

POSKOTA.CO.ID - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) resmi mengantongi persetujuan pemegang saham independen untuk memisahkan (spin-off) bisnis dan aset wholesale fiber connectivity senilai Rp85,7 triliun ke anak usahanya, PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia).

Keputusan strategis ini disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar secara daring pada Rabu, 30 September 2026. Aksi korporasi ini tidak hanya menandai langkah besar transformasi Telkom menjadi Strategic Holding, tetapi juga merombak susunan jajaran komisaris dan direksi perseroan.

Pemisahan aset ini merupakan bagian dari implementasi strategi TLKM 30 untuk memonetisasi aset infrastruktur bernilai tinggi. Melalui skema Holding Company-Operating Company (HoldCo-OpCo), InfraNexia kini resmi beroperasi sebagai operating company yang mengelola penuh ekosistem jaringan serat optik milik TelkomGroup.

Direktur Utama Telkom, Nanang Hendarno, menyatakan bahwa persetujuan pemegang saham ini menjadi milestone penting untuk membangun struktur bisnis yang lebih fokus dan lincah.

Baca Juga: Dorong Gaya Hidup Berkelanjutan, Telkom Gelar BISA Green Action Fest 2026

"Kepercayaan yang diberikan kepada Telkom atas Spin-Off InfraCo ini menjadi langkah penting untuk membangun struktur bisnis yang lebih fokus, sekaligus memberi ruang dan fleksibilitas bagi InfraNexia untuk berkembang lebih optimal," ujar Nanang dalam keterangannya.

Konsolidasi Aset Rp85,7 Triliun dan Kesiapan Infrastruktur AI

press conference penandatanganan akta pemisahan (deed of spin-off) oleh Telkom dan Infranexia, Rabu, 30 September 2026. (Sumber: Telkom)

Pada hari yang sama dengan RUPSLB, Telkom dan InfraNexia menandatangani Akta Pemisahan (Deed of Spin-Off) di Telkom Landmark Tower, Jakarta. Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno dan Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf.

Lewat integrasi Tahap 2 ini, lebih dari 90 persen aset infrastruktur jaringan Telkom resmi dikonsolidasikan ke dalam InfraNexia. Aset raksasa tersebut meliputi:

  • Jaringan fiber optic sekitar 112.000 kilometer (termasuk 26.000 km Kabel Laut/SKKL).
  • Cakupan wilayah dikelola melalui 4 area, 12 regional, dan 61 distrik di seluruh Indonesia.
  • Lini bisnis utama yakni wholesale Connectivity dan wholesale FTTx berbasis prinsip carrier-neutral dan open-access.

Baca Juga: Dorong Gaya Hidup Berkelanjutan, Telkom Gelar BISA Green Action Fest 2026

Direktur Utama InfraNexia, Lukman Hakim Abd. Rauf, menegaskan bahwa konsolidasi ini disiapkan untuk menjawab kebutuhan AI Ready Infrastructure di Indonesia.

Model bisnis terbuka (open-access) memungkinkan operator telekomunikasi lain, penyedia ISP, hingga pusat data (data center) memakai jaringan InfraNexia tanpa harus membangun infrastruktur sendiri dari nol.


Berita Terkait


News Update