“Indonesia sudah memasuki era ageing population. Karena itu, kebijakan terhadap lansia tidak bisa hanya bersifat responsif ketika terjadi persoalan. Kita harus membangun sistem yang memastikan lansia tetap terlindungi, sehat, aktif, produktif, inklusif, dan bermartabat,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya mengoptimalkan fasilitas rehabilitasi lansia yang telah disediakan pemerintah. Fasilitas seperti STPL diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, negara perlu memastikan tidak ada lansia yang terlantar hanya karena persoalan administrasi, keterbatasan ekonomi, maupun keterbatasan akses terhadap pelayanan.
“Kita perlu memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Jangan sampai fasilitas sudah tersedia, tetapi lansia yang membutuhkan justru terkendala untuk mengaksesnya,” ujar Achmad.
KSP Berikan Bantuan untuk Lansia di STPL
Kunjungan KSP ke STPL yang disaksikan Kepala STPL Budi Satriyo juga diisi dengan pemberian bantuan kepada para lansia penghuni fasilitas tersebut.
Bantuan yang diberikan antara lain berupa selimut dan makanan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus.
Kehadiran pemerintah di STPL diharapkan menjadi simbol bahwa penghormatan terhadap para pejuang kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui pengakuan atas jasa mereka, tetapi juga melalui perhatian terhadap keluarga dan generasi lanjut usia.
“Semangat kemerdekaan harus kita terjemahkan dalam bentuk kehadiran negara yang nyata. Mereka yang telah berjasa bagi bangsa dan masyarakat yang membutuhkan perlindungan harus mendapatkan perhatian yang layak,” tutur Prof. Achmad.
KSP menegaskan, penanganan Heru Baskoro merupakan bagian dari komitmen pemerintah memperkuat perlindungan sosial sekaligus memastikan kelompok lansia rentan memperoleh layanan yang layak, berkelanjutan, dan bermartabat.
