Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan sejumlah perusahaan negara yang mencatatkan pertumbuhan laba, di antaranya PT Timah, Pupuk Indonesia, Semen Indonesia, Pegadaian, Pertamina, Pelindo, BTN, dan Bank Mandiri.
Pertumbuhan laba tersebut masing-masing tercatat, sebagai berikut:
- PT Timah: 804,7 persen
- Pupuk Indonesia: 253 persen
- Semen Indonesia: 196,5 persen
- Pegadaian: 84,6 persen
- Pertamina: 80 persen
- Pelindo: 60,4 persen
- BTN: 40,8 persen
- Bank Mandiri: 24,3 persen
Selain perusahaan yang mencatat pertumbuhan laba, terdapat pula BUMN yang sebelumnya menghadapi tekanan kinerja tetapi kini mulai menunjukkan perbaikan.
Krakatau Steel dan Kimia Farma, misalnya, disebut berhasil berbalik dari kondisi merugi menjadi membukukan laba. Meski periode pencatatan kinerja keduanya berbeda, perubahan tersebut menunjukkan adanya tren perbaikan.
Danantara Dinilai Mengubah Pesimisme Menjadi Optimisme
Perubahan kinerja BUMN turut dinilai mulai mengubah persepsi publik terhadap Danantara.
Pengamat komunikasi Hendri Satrio menilai Danantara memiliki peran penting, bukan hanya dalam mendorong perbaikan kinerja BUMN, tetapi juga dalam membangun kembali optimisme terhadap pengelolaan aset negara.
Baca Juga: Optimalisasi Aset BUMN, BP BUMN Tinjau BSI Tower dan Bahas Sinergi dengan Danareksa
“Jadi memang sudah jelas Danantara mengambil peranan sangat penting dan utama dalam pembangunan Indonesia di masa mendatang,” kata Hendri Satrio atau Hensat, Jumat.
Menurut Hensat, peran strategis Danantara berpotensi terus berlanjut karena pengelolaan aset negara akan menjadi salah satu faktor penting dalam pembangunan ekonomi Indonesia.
“Keberadaan Danantara tidak lagi hanya dinilai dari aspek pembentukan lembaga, tetapi mulai dilihat dari kemampuan menghasilkan efisiensi, meningkatkan profitabilitas, serta mengoptimalkan aset negara,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade juga mengapresiasi kinerja Danantara dalam melakukan reformasi BUMN.
