"Angin puyuh memiliki skala yang relatif kecil, dengan diameter sekitar 10 hingga 100 meter. Fenomena ini juga biasanya berlangsung singkat, sekitar 3 hingga 10 menit, dan lebih berpotensi terjadi pada siang hingga sore hari ketika kondisi udara cukup panas," jelasnya.
Meski berukuran relatif kecil, kecepatan angin dalam fenomena tersebut dapat mencapai sekitar 50 hingga 100 kilometer per jam.
Angin puyuh juga lebih sering terlihat di area terbuka seperti lapangan, persawahan maupun kawasan permukiman.
Baca Juga: Penjual Kupat Sayur di Pandeglang Diduga Cabuli Anak Sambung
Warga Diminta Tidak Mendekati Pusaran Angin
Fenomena angin puyuh yang muncul di Alun-alun Menes kali ini dilaporkan berskala kecil dan tidak terlalu berdampak terhadap bangunan maupun fasilitas umum.
Kendati demikian, masyarakat tetap diminta waspada apabila melihat fenomena serupa di lingkungan sekitar.
Dengan karakteristiknya yang dapat terbentuk secara cepat dan berlangsung singkat, masyarakat disarankan tidak menjadikan kemunculan angin puyuh sebagai tontonan dari jarak dekat.
"Keselamatan tetap menjadi prioritas ketika fenomena tersebut terjadi. Warga sebaiknya tidak mendekati pusaran angin dan segera mencari tempat yang lebih aman apabila melihat fenomena serupa terjadi di sekitar lokasi," ujar Apolinaris.
