POSKOTA.CO.ID - Aida S Budiman resmi diusulkan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk menduduki posisi Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS BI).
Informasi mengenai pengusulan Aida disampaikan langsung oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani dalam keterangan pers di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Rabu, 13 Agustus 2026.
Nama Aida disebut bersama sejumlah kandidat lain yang diusulkan untuk mengisi posisi strategis dalam jajaran Dewan Gubernur Bank Indonesia.
Aida sendiri saat ini masih tercatat sebagai Deputi Gubernur BI. Ia resmi menduduki posisi tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 147/P Tahun 2021 dan mengucapkan sumpah jabatan pada 6 Januari 2022.
Masa jabatan Aida sebagai Deputi Gubernur berlangsung selama lima tahun hingga 2027.
Lantas, Aida S Budiman sebenarnya lulusan mana? Berikut profil dan rekam jejak Aida S Budiman yang diusulkan jadi Deputi Gubernur Senior BI.
Baca Juga: Jadwal War Tiket Konser Maroon 5 di Jakarta Kapan? Catat Waktu Lengkap dengan Harga dan Link Belinya
Aida S Budiman Lulusan Mana?
Aida S Budiman lahir di Bogor pada 1965. Pendidikan tingginya dimulai di Institut Pertanian Bogor (IPB), yang kini dikenal sebagai IPB University.
Di kampus tersebut, Aida menempuh pendidikan bidang Sosial-Ekonomi Pertanian Agribisnis dan menyelesaikannya pada 1987.
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana di Indonesia, Aida melanjutkan studi ke Amerika Serikat.
Pada 1996, ia memperoleh gelar Master of Economics dari University of Southern California.
Tidak berhenti di jenjang magister, Aida kembali melanjutkan pendidikan hingga tingkat doktoral.
Ia kemudian memperoleh gelar PhD bidang Economics dari Claremont Graduate University pada 2001.
Setelah menyelesaikan pendidikan, Aida membangun karier panjang di Bank Indonesia. Ia mulai bergabung dengan bank sentral tersebut pada 1991.
Selama lebih dari tiga dekade, Aida menjalani berbagai penugasan yang berkaitan dengan kebijakan ekonomi, moneter, hubungan internasional, hingga perumusan kebijakan strategis BI.
Pengalaman panjang tersebut membuat Aida tidak hanya memiliki pemahaman mengenai kondisi perekonomian domestik, tetapi juga mengenai dinamika ekonomi dan keuangan internasional.
Sebelum menjadi Deputi Gubernur, Aida telah menduduki beberapa posisi strategis dalam struktur organisasi BI.
Salah satu posisi penting yang pernah diemban Aida adalah Kepala Departemen Internasional Bank Indonesia pada periode 2014-2018.
Dalam posisi tersebut, pengalaman Aida berkaitan erat dengan hubungan dan kerja sama internasional di bidang ekonomi serta keuangan.
Penugasan itu juga memperkuat pengalaman Aida dalam menghadapi berbagai isu ekonomi global yang berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia.
Setelah menyelesaikan tugas sebagai Kepala Departemen Internasional, Aida kemudian dipercaya menduduki posisi Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter (DKEM).
Di lingkungan DKEM, Aida terlibat dalam berbagai agenda strategis yang berkaitan dengan kebijakan ekonomi dan moneter Bank Indonesia.
Pengalamannya mencakup penguatan kerangka bauran kebijakan BI serta penyusunan sektor prioritas untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional.
Perjalanan karier Aida kemudian berlanjut ke posisi Asisten Gubernur pada periode 2020-2022.
Dalam jabatan tersebut, Aida membawahi kebijakan strategis sektor moneter, bauran kebijakan Bank Indonesia, serta sinergi dengan bauran kebijakan nasional.
Posisi tersebut menjadi salah satu tahap penting sebelum Aida masuk ke jajaran Dewan Gubernur BI.
BI juga mencatat Aida memiliki pengalaman dalam memperkuat peran kantor perwakilan BI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Baca Juga: Mazda Resmikan Dealer Pertama di Malang, Perkuat Jaringan Jawa Timur
Dirinya turut terlibat dalam pengembangan digitalisasi UMKM pangan yang berkaitan dengan upaya mendukung stabilisasi harga.
Pengalaman Aida tidak terbatas pada kebijakan ekonomi dan moneter di dalam negeri. Dia juga aktif dalam berbagai forum ekonomi dan keuangan internasional.
Aida pernah bertugas sebagai Alternate Executive Director (AED) pada South-East Asia Voting Group (SEAVG) di International Monetary Fund (IMF), Washington DC, Amerika Serikat.
Selain itu, ia beberapa kali mewakili Bank Indonesia dalam sidang internasional dan working group yang berkaitan dengan perumusan kebijakan ekonomi internasional.
Keterlibatan tersebut mencakup forum bilateral, regional, hingga multilateral.
Pengalaman di forum internasional tersebut menjadi salah satu bagian dari perjalanan karier Aida sebelum menduduki posisi sebagai Deputi Gubernur BI.
