Tidak berhenti di jenjang magister, Aida kembali melanjutkan pendidikan hingga tingkat doktoral.
Ia kemudian memperoleh gelar PhD bidang Economics dari Claremont Graduate University pada 2001.
Setelah menyelesaikan pendidikan, Aida membangun karier panjang di Bank Indonesia. Ia mulai bergabung dengan bank sentral tersebut pada 1991.
Selama lebih dari tiga dekade, Aida menjalani berbagai penugasan yang berkaitan dengan kebijakan ekonomi, moneter, hubungan internasional, hingga perumusan kebijakan strategis BI.
Pengalaman panjang tersebut membuat Aida tidak hanya memiliki pemahaman mengenai kondisi perekonomian domestik, tetapi juga mengenai dinamika ekonomi dan keuangan internasional.
Sebelum menjadi Deputi Gubernur, Aida telah menduduki beberapa posisi strategis dalam struktur organisasi BI.
Salah satu posisi penting yang pernah diemban Aida adalah Kepala Departemen Internasional Bank Indonesia pada periode 2014-2018.
Dalam posisi tersebut, pengalaman Aida berkaitan erat dengan hubungan dan kerja sama internasional di bidang ekonomi serta keuangan.
Penugasan itu juga memperkuat pengalaman Aida dalam menghadapi berbagai isu ekonomi global yang berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia.
Setelah menyelesaikan tugas sebagai Kepala Departemen Internasional, Aida kemudian dipercaya menduduki posisi Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter (DKEM).
Di lingkungan DKEM, Aida terlibat dalam berbagai agenda strategis yang berkaitan dengan kebijakan ekonomi dan moneter Bank Indonesia.
Pengalamannya mencakup penguatan kerangka bauran kebijakan BI serta penyusunan sektor prioritas untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional.
