Tangsel Genjot Intervensi Stunting Sejak Dini Lewat Program SIGAP Anak Sehat

Rabu 12 Agu 2026, 11:09 WIB
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, saat membuka peluncuran Program SIGAP Anak Sehat 2026. (Sumber: Istimewa)
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, saat membuka peluncuran Program SIGAP Anak Sehat 2026. (Sumber: Istimewa)

TANGERANG SELATAN, POSKOTA.CO.ID - Upaya menekan angka stunting di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diperkuat melalui kolaborasi pemerintah dan sektor swasta. Salah satunya lewat Program SIGAP Anak Sehat 2026 yang menyasar keluarga dengan anak berisiko stunting di Kecamatan Serpong.

Program tersebut menjadi bagian dari intervensi sejak usia dini untuk memastikan anak mendapatkan asupan gizi yang cukup dan tumbuh sesuai dengan usia serta kebutuhan perkembangannya.

Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengatakan, intervensi stunting perlu dilakukan sedini mungkin karena anak-anak yang menjadi sasaran program saat ini merupakan generasi yang akan memasuki usia produktif pada 2045.

“Saya membayangkan mereka usia 20 tahun pada 2045. Kalau dari sekarang tidak kita intervensi, makanan mereka harus seimbang antara tinggi badan, umur, dengan berat badannya. Itu harus kita intervensi dari sekarang,” ujar Benyamin saat membuka peluncuran Program SIGAP Anak Sehat 2026, Senin, 10 Agustus 2026.

Baca Juga: Angka Stunting di Kota Bekasi Menurun, Gani Muhammad Dorong Optimalisasi Program

Menurut Benyamin, persoalan stunting tidak sebatas pada pertumbuhan fisik anak. Kekurangan asupan gizi pada masa pertumbuhan juga berpotensi memengaruhi perkembangan mental dan kemampuan berpikir.

Karena itu, pemenuhan kebutuhan gizi anak dinilai perlu menjadi perhatian bersama, terutama karena orang tua kerap menghadapi tantangan dalam memberikan makanan kepada anak usia balita maupun batita.

“Rata-rata memang ini sebuah fenomena, anak-anak itu, balita, batita itu susah dikasih makan. Tapi ini memengaruhi pertumbuhan. Bukan saja fisik, tetapi juga mental, pikiran dan sebagainya,” jelasnya.

Baca Juga: 'Orang Tua Angkat' Jadi Langkah Pemkab Bogor Tangani Stunting

Enam Puskesmas di Serpong Terlibat

Kecamatan Serpong dipilih sebagai salah satu lokasi pelaksanaan Program SIGAP Anak Sehat 2026 karena berdasarkan data masih terdapat angka stunting yang perlu mendapatkan perhatian.

Program tersebut dilaksanakan selama 56 hari dengan melibatkan enam puskesmas di Kecamatan Serpong. Masing-masing puskesmas berperan dalam pemberian makanan tambahan sekaligus melakukan pendampingan kepada keluarga yang menjadi sasaran intervensi.

Pendekatan tersebut diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi anak, tetapi juga meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pentingnya pola makan dan pemenuhan nutrisi selama masa pertumbuhan.

Gandeng BUMN dan Swasta

Dalam pelaksanaannya, Pemkot Tangsel mendapat dukungan sektor swasta melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Salah satu pihak yang terlibat yakni PT Telkom Indonesia wilayah Banten, bersama Srikandi Telkom Group dan Danantara Indonesia.

Baca Juga: Komisi IX DPR RI Sebut Risiko Stunting di Depan Mata, Angka Inflasi Meningkat

Benyamin mengapresiasi dukungan tersebut karena kolaborasi antara pemerintah dan swasta dinilai dapat memperkuat penanganan stunting di Kota Tangsel.

“Atas nama pemerintah kota dan masyarakat, saya ucapkan terima kasih kepada PT Telkom, khususnya wilayah Banten, yang telah mengeluarkan CSR-nya, TJSL-nya dalam kaitan dengan program penanganan stunting yang diselenggarakan oleh pemerintah kota melalui bidang kesehatan,” ungkapnya.

Ia berharap keterlibatan sektor swasta ke depan tidak hanya difokuskan pada penanganan stunting, tetapi juga diperluas ke berbagai sektor lainnya.

Menurut Benyamin, dukungan TJSL dapat dikembangkan untuk membantu program kesehatan sekaligus pendidikan di Kota Tangerang Selatan.

“Saya berharap ke depan TJSL-nya akan terus diperluas, diperbesar, diperlebar lagi. Bukan saja untuk penanganan stunting, tetapi juga untuk program-program kesehatan yang lainnya dalam kaitannya dengan pengembangan pendidikan juga,” kata Benyamin.


Berita Terkait


News Update