Saepullah Tersangka Mutilasi di Depok Baru Tahu Positif HIV usai Donor Darah

Rabu 12 Agu 2026, 19:37 WIB
Saepullah, tersangka mutilasi, melakukan rekonstruksi pembunuhan terhadap korban di kawasan Pancoran Mas, Kota Depok, Selasa, 11 Agustus 2026. (Sumber: Poskota/Angga Pahlevi)
Saepullah, tersangka mutilasi, melakukan rekonstruksi pembunuhan terhadap korban di kawasan Pancoran Mas, Kota Depok, Selasa, 11 Agustus 2026. (Sumber: Poskota/Angga Pahlevi)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Saepullah, 26 tahun, tersangka kasus mutilasi di Kota Depok, baru mengetahui dirinya terinfeksi HIV pada Februari 2026. Informasi tersebut diketahui setelah pembunuh Kunaefi, 51 tahun, itu mengikuti kegiatan donor darah yang digelar Palang Merah Indonesia (PMI) di kawasan GDC.

"Tersangka Saepullah baru mengetahui jika dirinya mengidap HIV pada sekitar bulan Februari 2026 tahun ini, yang bersangkutan baru mengetahui pada saat hendak mendonorkan darahnya di event atau acara donor darah di PMI yang pada saat itu berlokasi di GDC Depok," kata Kepala Unit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Dimitri Mahendara, Rabu, 12 Agustus 2026.

Menurut Dimitri, Saepullah diketahui telah aktif mengikuti kegiatan donor darah sejak duduk di bangku SMA. Setelah mendonorkan darah pada Februari 2026, tersangka mendapatkan informasi dirinya terindikasi terinfeksi HIV sekitar tiga minggu kemudian.

"Dari situlah tersangka melakukan pengecekan pada sekitar bulan Maret 2026 di Puskesmas Pancoran Mas Depok dan mendapatkan hasil positif HIV," ujarnya.

Baca Juga: Rekonstruksi Mutilasi di Depok Tampilkan 51 Adegan, Pelaku Bawa Obat HIV

Selain itu, ia juga telah memeriksa sejumlah kerabat dekat Saefullah yang diketahui pengidap HIV. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk menggali informasi terkait kehidupan dan aktivitas tersangka sebelum terjadinya kasus mutilasi.

"Ya, kami memeriksa kerabat dekat Saefullah yang juga sama-sama mengidap HIV," ucapnya.

Ia menjelaskan, sejumlah kerabat tersangka yang terjangkit HIV aktif mengikuti kegiatan pengajian dan kajian yang menjadi wadah perkumpulan orang dengan HIV. Mereka juga disebut saling memberikan dukungan, termasuk membantu Saefullah menjalani pengobatan.

"Tersangka juga rutin melakukan kontrol kesehatan dan membeli obat di Puskesmas Pancoran Mas, Depok," tuturnya.

Baca Juga: Sisi Lain Tersangka Mutilasi Depok, Tampil di Acara TV hingga jadi Guru Matematika

Sementara itu, penyidik turut mendalami kemungkinan adanya ajakan atau perintah dari komunitas gay yang berkaitan dengan aksi mutilasi tersebut. Pihaknya juga telah menelusuri sejumlah grup WhatsApp, percakapan dengan teman dan kerabat, serta komunikasi yang tersimpan di telepon genggam tersangka.


Berita Terkait


News Update