Agus mengatakan perubahan tersebut bukan sekadar mengganti alamat laman, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun pengalaman digital yang lebih baik bagi masyarakat.
“Selama bertahun-tahun masyarakat mengenal kami melalui bankdki.co.id. Sekarang bukan hanya domainnya yang berubah. Kami ingin digital experience Bank Jakarta juga mencerminkan bank yang sedang kami bangun, lebih fresh, lebih modern, lebih intuitif dan lebih customer centric,” jelasnya.
Ia menegaskan, transformasi Bank Jakarta tidak hanya berkaitan dengan perubahan nama dan tampilan digital.
Yang lebih penting adalah membangun kepercayaan masyarakat melalui kualitas layanan serta kemampuan bersaing.
“Transformasi bukan tentang mengatakan bahwa Bank Jakarta sudah sempurna. Transformasi adalah keberanian untuk terus menjadi lebih baik,” kata Agus.
Menurut dia, perubahan Jakarta menjadi kota global harus diikuti peningkatan kualitas layanan perbankan.
Bank Jakarta harus semakin modern, profesional, digital, sehat, dan kompetitif tanpa kehilangan kedekatannya dengan masyarakat.
“Kami tidak ingin masyarakat memilih Bank Jakarta hanya karena kami milik Pemprov DKI. Kami ingin dipilih karena memang layak untuk dipilih. Itulah Bank Jakarta yang sedang kami bangun,” tegasnya.
Kolaborasi dengan Persija menjadi salah satu bagian dari upaya Bank Jakarta memperluas ekosistem dan kedekatan dengan masyarakat. Basis pendukung Persija yang besar, khususnya The Jakmania, dinilai menjadi kekuatan untuk membangun berbagai program yang memberikan manfaat lebih luas.
Di sisi lain, Persija juga mengusung target tinggi pada musim baru. Kehadiran pelatih, pemain, dan energi baru diharapkan mampu membawa Macan Kemayoran kembali meraih prestasi tertinggi.
Agus melihat adanya kesamaan semangat antara pembaruan di Persija dan transformasi Bank Jakarta.
“New coach, new players, new energy. Dari Bank Jakarta juga ada new website, new experience, new spirit. Semuanya untuk satu tujuan, membawa kebanggaan untuk Jakarta,” tuturnya.
