“Kerja sama ini bukan sekadar sponsorship dan bukan hanya soal logo Bank Jakarta di jersey Persija. Kami ingin mempertemukan dua ekosistem besar Jakarta, yaitu Persija dengan sepak bola komunitas dan passion yang luar biasa, serta Bank Jakarta dengan layanan keuangan, teknologi, dan ekosistem kota yang kami layani,” katanya.
Agus menyebut pola kemitraan tersebut sebagai perubahan dari sponsorship menuju partnership. Bank Jakarta juga ingin mengubah sekadar kehadiran merek menjadi pengalaman yang dirasakan masyarakat.
“From sponsorship to partnership, from visibility to experience,” tegasnya.
Kolaborasi ini semakin relevan karena Persija memasuki musim baru dengan wajah baru. Selain mendatangkan sejumlah pemain anyar, Macan Kemayoran kini ditangani Shin Tae-yong yang diharapkan mampu menghadirkan karakter permainan agresif dan kompetitif.
Bagi Agus, filosofi sepak bola Shin Tae-yong memiliki kesamaan dengan transformasi yang sedang dilakukan Bank Jakarta.
Permainan cepat, mobilitas tinggi, keberanian mengambil peluang, serta kekompakan sebagai satu tim menjadi nilai yang juga ingin dibangun di lingkungan Bank Jakarta.
“Kami tertarik dengan filosofi Coach Shin, yaitu bermain cepat, menyerang, memiliki mobilitas tinggi dan bergerak sebagai satu tim. Itu juga yang sedang kami lakukan di Bank Jakarta. Kami ingin lebih cepat, lebih agile, lebih berani menangkap peluang dan yang terpenting seluruh organisasi bergerak sebagai satu tim,” ungkapnya.
Agus berharap perubahan yang dilakukan Persija dan transformasi Bank Jakarta dapat berjalan beriringan. Keduanya diharapkan sama-sama naik kelas dan memberikan kontribusi lebih besar bagi Jakarta.
“Mudah-mudahan musim ini bukan hanya Persija yang naik kelas, Bank Jakarta juga,” ujarnya.
Wajah Digital Baru
Dalam kesempatan yang sama, Bank Jakarta memperkenalkan wajah digital barunya melalui laman resminya.
Perubahan tersebut menjadi bagian dari transformasi perusahaan untuk menghadirkan layanan perbankan yang lebih modern, mudah digunakan, dan sesuai kebutuhan nasabah.
