Telkom Rampungkan Spin-Off InfraCo Tahap 2, InfraNexia jadi Pilar Bisnis Wholesale Connectivity

Sabtu 08 Agu 2026, 11:28 WIB
InfraNexia menjadi pilar bisnis Wholesale Connectivity TelkomGroup. (Sumber: Dok. Telkom Indonesia)
InfraNexia menjadi pilar bisnis Wholesale Connectivity TelkomGroup. (Sumber: Dok. Telkom Indonesia)

Inisiatif ini sekaligus mendukung transisi Telkom menuju strategic holding dengan penguatan struktur organisasi yang lebih fokus pada penciptaan nilai dan sinergi antarentitas. Melalui pemisahan ini, TelkomGroup diharapkan mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi pelanggan, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan.

"Spin-Off InfraCo Tahap 2 merupakan implementasi nyata dari strategi penataan portofolio TelkomGroup untuk membangun bisnis digital infrastruktur yang memiliki proposisi nilai lebih kuat. Melalui pembentukan InfraNexia, Telkom tidak hanya mengoptimalkan pemanfaatan aset dan meningkatkan fleksibilitas dalam mengembangkan peluang kemitraan, tetapi juga menciptakan fondasi pertumbuhan yang berkelanjutan bagi seluruh portofolio bisnis TelkomGroup. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi TelkomGroup dalam mendukung pengembangan ekosistem infrastruktur digital Indonesia yang lebih terbuka, kompetitif, dan berdaya saing global," ucap Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom, Seno Soemadji.

Meskipun kepemilikan saham mayoritas dipegang oleh Telkom sebesar lebih dari 99 persen, InfraNexia akan tetap beroperasi secara profesional dalam melayani pelanggan. Transformasi ini sejalan dengan praktik yang telah diterapkan berbagai operator telekomunikasi global dalam memperkuat bisnis infrastruktur digital.

Pendekatan serupa telah diterapkan oleh sejumlah operator internasional, seperti Telstra, Telecom Italia (TIM), CETIN, Telenor, Telefónica, dan KPN, dalam mengembangkan bisnis wholesale connectivity yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.

Direktur Utama InfraNexia, Lukman Hakim Abd. Rauf, menegaskan penyelesaian spin-off ini menjadi fondasi krusial bagi perusahaan.

Baca Juga: Transformasi TelkomGroup Mulai Tunjukkan Hasil, InfraNexia Catatkan Pendapatan Rp7,7 Triliun pada Semester 1 2026

“Kami optimistis penyelesaian spin-off ini semakin memperkokoh InfraNexia sebagai penyedia infrastruktur konektivitas wholesale yang netral dan andal. Dengan integrasi aset yang semakin matang, kami akan memperkuat layanan utama kami—mulai dari 5G backhaul, wholesale network dan FTTx, hingga passive infrastructure sharing. Lebih jauh, kami sudah melakukan akselerasi program network modernization dan mendorong implementasi autonomous network guna menghadirkan infrastruktur konektivitas yang lebih cerdas, efisien, dan adaptif. Upaya strategis ini akan memperkuat kesiapan kami dalam pengembangan konektivitas mendukung pertumbuhan AI, cloud, dan data center di Indonesia. Semua ini kami jalankan dengan fokus utama kepada pertumbuhan bisnis dan kepuasan pelanggan,” tuturnya.

Spin-Off InfraCo Tahap 2 merupakan wujud nyata TelkomGroup dalam upaya memberikan nilai tambah tidak hanya bagi pelanggan wholesale, tetapi juga bagi ekosistem digital nasional secara keseluruhan. Proses transaksi akan berlangsung secara seamless sehingga tidak berdampak pada layanan pelanggan.

TelkomGroup juga memastikan seluruh proses transaksi dilakukan secara transparan dengan mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) serta memenuhi ketentuan hukum dan regulasi yang berlaku, termasuk termasuk peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).


Berita Terkait


News Update