5 Hal yang Berubah dari Perjalanan Darat Sumatera Setelah Ada Tol

Rabu 23 Sep 2026, 13:28 WIB
Ilustrasi jalan tol lintas Sumatera. (Sumber: Pemprov Aceh)
Ilustrasi jalan tol lintas Sumatera. (Sumber: Pemprov Aceh)

POSKOTA.CO.ID - Perjalanan darat lintas Sumatera kini tidak lagi sepenuhnya bergantung pada jalan arteri. Kehadiran Jalan Tol Trans Sumatera mengubah cara orang menghitung waktu perjalanan, memilih jalur, hingga menyiapkan biaya perjalanan antarkota. Salah satu koridor yang mengalami perubahan tersebut adalah rute Lampung–Palembang.

Sebelum tol tersambung, perjalanan melalui jalur lintas timur dan lintas tengah dapat memakan waktu hingga 10–12 jam. Kini, operator travel palembang lampung maupun travel jakarta lampung dapat memanfaatkan jaringan tol untuk menyusun perjalanan dengan waktu tempuh yang lebih terukur.

Perubahan tersebut bukan hanya soal perjalanan yang menjadi lebih cepat. Ada pula perubahan pada pola istirahat, biaya, hingga risiko yang perlu diperhatikan selama perjalanan.

Berikut lima perubahan yang paling terlihat.

Baca Juga: Raja Jerome Siapa? Ini Sosok Traveller Malaysia yang Ungkap Pengalaman Tak Menyenangkan di Rumah Pengabdi Setan

  1. Waktu Tempuh Terpangkas Lebih dari Separuh

Perjalanan dari Bakauheni menuju Palembang yang sebelumnya dapat berlangsung hingga 12 jam kini dapat ditempuh dalam beberapa jam melalui jalan tol. Waktu tempuh pada koridor tersebut berada di kisaran 3,5–5 jam, tergantung kecepatan kendaraan dan kondisi lalu lintas.

Jarak perjalanan tetap sekitar 370 kilometer, tetapi penggunaan tol membuat waktu tempuh menjadi jauh lebih singkat dibandingkan jalur arteri lama. Perubahan ini turut memengaruhi pola perjalanan penumpang maupun kendaraan logistik karena perjalanan antarkota dapat direncanakan dengan waktu yang lebih terukur.

Bagi penumpang, waktu tempuh yang lebih pendek juga membuat perjalanan pulang-pergi dalam satu hari lebih memungkinkan dibandingkan sebelumnya, meski kondisi lalu lintas dan jadwal perjalanan tetap perlu diperhitungkan.

  1. Jaringan Tol Tersambung dalam Tiga Ruas Utama

Koridor Bakauheni–Palembang terdiri dari tiga ruas utama dengan total panjang sekitar 371,5 kilometer. Ketiganya adalah Bakauheni–Terbanggi Besar, Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung, serta Kayu Agung–Palembang.

Ruas Kayu Agung–Palembang menjadi bagian terakhir yang beroperasi pada 2021 dan melengkapi koneksi menuju Palembang. Jaringan ini membuat perjalanan tidak lagi bergantung pada satu ruas jalan arteri yang melewati banyak kawasan permukiman.

Selain mendukung kendaraan pribadi dan bus, jalan tol tersebut juga dirancang untuk melayani lalu lintas kendaraan berat. Sejumlah simpang susun, jembatan, dan underpass membantu menghubungkan berbagai titik di sepanjang koridor.

  1. Rest Area Menjadi Titik Istirahat yang Lebih aman dan Nyaman

Jalur arteri lama hanya mengandalkan berbagai warung, rumah makan, dan fasilitas umum yang tersebar di sepanjang perjalanan. Di jalan tol, pilihan tempat berhenti lebih terstruktur karena rest area berada pada titik-titik yang telah ditentukan.

Di sepanjang koridor tol Sumatera, rest area tersedia pada sejumlah kilometer, termasuk KM 20, KM 49, KM 87, KM 116, KM 163, KM 215, dan KM 234 dari arah Lampung. Jarak antartitik dapat mencapai puluhan kilometer sehingga waktu istirahat perlu direncanakan sejak awal.

Meskipun jaraknya cukup jauh, tapi fasilitas yang tersedia lebih beragam, mulai dari tempat ibadah dan pujasera hingga ATM, SPBU, dan minimarket. Bagi perjalanan dengan bus atau travel, keberadaan rest area membuat waktu pemberhentian lebih mudah diperkirakan.

  1. Tarif Tol Menjadi Bagian dari Anggaran Perjalanan

Perjalanan melalui jalan tol memangkas waktu, tetapi sekaligus menambahkan komponen biaya yang sebelumnya tidak muncul ketika menggunakan jalan arteri, yaitu tarif tol.

Untuk kendaraan Golongan I, total tarif pada koridor tertentu dapat mencapai ratusan ribu rupiah, tergantung titik masuk dan keluar. Tarif kendaraan Golongan II hingga V juga lebih tinggi karena karakteristik dan beban kendaraan yang berbeda.

Bagi pengguna kendaraan pribadi, biaya tersebut perlu dihitung bersama konsumsi bahan bakar dan jarak perjalanan. Sementara bagi penumpang bus atau travel, biaya tol sudah menjadi bagian dari operasional operator dan pada akhirnya tercermin dalam tarif perjalanan.

Pengemudi juga perlu memastikan saldo uang elektronik mencukupi sebelum memasuki tol, terutama karena jarak antargerbang dapat cukup jauh.

  1. Risiko Perjalanan Ikut Berubah

Jalan tol memang mengurangi sejumlah hambatan perjalanan seperti persimpangan padat dan jalan arteri yang ramai, tetapi karakter jalannya menghadirkan risiko yang berbeda. Ruas yang panjang dan relatif lurus dapat meningkatkan risiko kelelahan, kantuk, dan microsleep bagi pengemudi.

Kondisi kendaraan juga menjadi perhatian karena kecepatan perjalanan di jalan tol lebih tinggi. Ban, rem, serta kondisi mesin perlu dipastikan dalam keadaan baik sebelum perjalanan dimulai.

Jarak antarfasilitas pendukung pada sejumlah ruas tol juga membuat pengisian bahan bakar perlu direncanakan. Untuk perjalanan bus dan travel, kondisi pengemudi serta pengaturan waktu istirahat kru menjadi bagian penting agar perjalanan tetap aman.

Kehadiran Tol Trans Sumatera mengubah perjalanan darat Lampung–Palembang dari perjalanan yang sangat bergantung pada jalur arteri menjadi perjalanan dengan rute, waktu tempuh, dan titik istirahat yang lebih terukur. Dampaknya terlihat pada durasi perjalanan, struktur jaringan jalan, pola berhenti, komponen biaya, hingga jenis risiko yang perlu diantisipasi.

Bagi penumpang yang tidak menggunakan kendaraan pribadi, perubahan tersebut juga membuat layanan travel menjadi bagian penting dari konektivitas antarkota di sepanjang koridor tol.

Pesan Tiket Perjalanan di Traveloka

Pilihan operator, jadwal, titik keberangkatan dan turun, kelas armada, serta tarif dapat berbeda untuk setiap perjalanan. Traveloka menyediakan informasi tersebut dalam satu pencarian sehingga Anda dapat membandingkan perjalanan sebelum melakukan pemesanan.

Anda dapat mengecek rute lintas Sumatera dan memesan tiket travel melalui situs resmi atau aplikasi Traveloka agar perjalanan dapat direncanakan sejak sebelum keberangkatan.


Berita Terkait


News Update