Telkom Rampungkan Spin-Off InfraCo Tahap 2, InfraNexia jadi Pilar Bisnis Wholesale Connectivity

Sabtu 08 Agu 2026, 11:28 WIB
InfraNexia menjadi pilar bisnis Wholesale Connectivity TelkomGroup. (Sumber: Dok. Telkom Indonesia)
InfraNexia menjadi pilar bisnis Wholesale Connectivity TelkomGroup. (Sumber: Dok. Telkom Indonesia)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia), operating company PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), terus memperkuat posisinya sebagai penyedia infrastruktur digital wholesale yang netral, andal, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan pascapenyelesaian Spin-Off InfraCo Tahap 1 sejak Januari 2026.

Capaian yang telah dibangun pada tahap pertama tersebut menjadi landasan yang kuat bagi Telkom untuk melanjutkan perjalanan transformasi melalui Spin-Off InfraCo Tahap 2 dengan nilai transaksi mencapai Rp49,9 triliun.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini menyampaikan, pelaksanaan Spin-Off InfraCo Tahap 2 menjadi tonggak penting dalam mempercepat transformasi bisnis TelkomGroup, serta selaras dengan inisiatif Danantara Asset Management dalam mengonsolidasikan aset BUMN.

Melalui langkah ini, Telkom berupaya mempertajam fokus pengelolaan aset infrastruktur digital agar lebih lincah dalam menangkap peluang pasar, memperluas kolaborasi, serta menciptakan nilai jangka panjang.

Baca Juga: Telkom Akses Perluas Jaringan Serat Optik, Bangun Ratusan Ribu Port Baru demi Akses Digital Merata di Indonesia

Di sisi lain, TelkomGroup juga mendorong akselerasi strategi TLKM 30, khususnya pilar unlock value melalui percepatan monetisasi aset infrastruktur bernilai tinggi, seperti data center, tower, dan jaringan fiber, sehingga mampu menciptakan sumber pertumbuhan baru bagi perusahaan ke depan.

“Spin-Off InfraCo Tahap 2 sebagai langkah strategis dalam perjalanan transformasi TLKM 30 untuk memperkuat InfraNexia sebagai mesin pertumbuhan baru, yang akan meningkatkan kapabilitas layanan infrastruktur, mengoptimalkan efisiensi bisnis, serta membuka peluang kemitraan strategis guna mendukung percepatan konektivitas digital nasional," kata Dian dalam keterangannya.

Setelah rampungnya proses pengalihan portofolio bisnis dan aset, InfraNexia akan memiliki lebih dari 90 persen total aset infrastruktur jaringan yang sebelumnya dimiliki oleh Telkom. Aset tersebut mencakup jaringan akses ke pelanggan hingga core backbone serta infrastruktur pendukung lainnya.

Secara keseluruhan, atas kepemilikan tersebut InfraNexia akan mengelola sekitar 112.000 km jaringan fiber optik termasuk 26.000 km Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) domestik yang terbentang di seluruh Indonesia atau hampir setara 3 kali keliling bumi. Dengan kepemilikan aset ini, InfraNexia akan memperkuat perannya sebagai penyedia layanan wholesale connectivity yang berfokus pada pengembangan infrastruktur konektivitas digital nasional.

Baca Juga: TelkomGroup Tanam 20 Ribu Mangrove, Tumbuhkan Ketahanan Ekosistem di Pesisir Indonesia

“Spin-Off InfraCo Tahap 2 merupakan strategic initiative dari TelkomGroup yang tidak hanya bertujuan untuk menghadirkan bisnis infrastruktur yang lebih fokus, agile, dan berdaya saing. Dengan kehadiran InfraNexia kami optimistis dapat menghadirkan layanan yang lebih cepat, andal, dan berkualitas sehingga mampu memberikan customer experience yang terbaik bagi pelanggan," ujarnya.


Berita Terkait


News Update