Di tengah keterbatasan lahan perkotaan, Dip menegaskan masyarakat tetap bisa bercocok tanam dengan memanfaatkan pekarangan, polybag, maupun sistem hidroponik.
Ia mengapresiasi rencana penggunaan irigasi tetes otomatis di RW 01 Rawageni. Menurutnya, inovasi sederhana tersebut sudah mencerminkan praktik pertanian modern karena memanfaatkan teknologi untuk memudahkan proses budidaya.
"Pertanian modern tidak harus menggunakan alat yang rumit. Begitu ada sentuhan teknologi yang membantu pekerjaan, seperti irigasi otomatis, itu sudah termasuk pertanian modern," ucapnya.
Selain itu, Dip berharap Gerakan Tanam Cabai dapat berkembang menjadi lebih dari sekadar kegiatan menanam. Kebun cabai di lingkungan saja, tapi warga diharapkan dapat menjadi ruang belajar bersama, tempat anak-anak hingga orang dewasa mengenal dunia pertanian secara langsung sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan.
Sebagai bentuk dukungan, BPP Ratujaya siap memberikan pendampingan mulai dari penyemaian benih, penanaman, perawatan, pengendalian hama dan penyakit, hingga proses panen. Melalui pendampingan tersebut, semakin banyak warga diharapkan memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga sekaligus memperkuat ketahanan pangan dari lingkungan terkecil.
