Pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian dari rekam jejak organisasinya yang kembali menjadi perhatian publik setelah mencuatnya kasus penemuan ratusan senjata api di sekolah swasta Jakarta Selatan.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari penyidik yang menghubungkan jabatan tersebut dengan perkara yang sedang ditangani.
Rekam jejak hukum Indra Wargadalem juga pernah menjadi perhatian publik lebih dari satu dekade lalu.
Berdasarkan arsip pemberitaan pada tahun 2014, ia pernah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan pemalsuan akta Yayasan Harapan Ibu yang ditangani oleh Polda Metro Jaya.
Pada saat itu, Kejaksaan Negeri Tigaraksa, Tangerang, menyatakan berkas perkara telah lengkap atau P-21 dan menerima pelimpahan tersangka beserta barang bukti untuk proses penuntutan.
Perkara tersebut berkaitan dengan konflik kepengurusan Yayasan Harapan Ibu, sebuah lembaga pendidikan yang didirikan oleh almarhum Wakil Presiden Adam Malik.
Dalam perkara tersebut, Indra diduga menyalahgunakan surat kuasa terkait perubahan kepengurusan yayasan.
Namun, dugaan tersebut dibantah oleh pihak terkait selama proses hukum yang berlangsung pada waktu itu.
Hingga kini, belum diperoleh dokumen putusan pengadilan yang dapat diverifikasi untuk memastikan bagaimana akhir dari perkara tersebut.
