Biasanya, senjata ini banyak digunakan oleh sejumlah pihak untuk olahraga simulasi maupun latihan dasar menembak.
Di sisi lain, senjata api yang biasanya dipakai aparat berwenang berisi peluru logam yang di dalamnya menggunakan ledakan bubuk mesiu.
Hal ini juga lah yang membuat daya dorong senjata api lebih tinggi, bahkan kekuatannya bisa mencapai 1000fps. Tak heran jika jenis ini memiliki daya penghancur lebih besar.
Selain untuk regulasi kepemilikan senjata api di Indonesia juga sangat ketat sehingga tidak sembarang orang bisa memilikinya karena berada di bawah pengawasan langsung Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Baca Juga: Sekolah Swasta di Pondok Pinang Simpan 995 Senjata, Alat Pembuat Peluru hingga Narkoba Ditemukan
Pihak Indra Wargadalem Klaim Airsoft Sudah Berizin
Kuasa hukum Indra Wargadalem, Alhadid Endar Putra menyatakan, ratusan airsoft gun yang ditemukan pihak kepolisian merupakan barang legal milik PT Lokta Karya Perbakin dan sudah mengantongi izin resmi dari Polri.
"Betul, itu milik Lokta dan legal. Gudang kami di sana juga sudah dikuasai sejak April oleh pihak-pihak yang tidak berhak, sehingga kami tidak lagi diperbolehkan masuk," kata Alhadid, seperti dikutip dari Poskota, Kamis, 6 Agustus 2026.
Menurutnya, sebagian besar barang yang ditemukan sudah tidak lagi dapat digunakan karena berupa komponen atau suku cadang. Airsoft gun tersebut sebelumnya dipersiapkan sebagai perlengkapan kegiatan ekstrakurikuler menembak dan panahan yang telah direncanakan sejak 2021.
"995 seluruhnya merupakan airsoft yang sudah tidak dapat digunakan dan legal. Sebagian besar juga berbentuk spare parts. Barang itu merupakan stok untuk persiapan ekstrakurikuler menembak dan panahan sekolah," ujarnya.
