Pelaku Mutilasi di Depok Pindah Rumah usai Habisi Korban, Tinggalkan Bercak Darah

Rabu 05 Agu 2026, 19:08 WIB
Tim Puslabfor Polri melakukan olah TKP di rumah kontrakan pelaku mutilasi di Gang Belimbing RT 3/RW 5, Cipayung Jaya, Kota Depok, Rabu, 5 Agustus 2026. (Sumber: Poskota/Angga Pahlevi)
Tim Puslabfor Polri melakukan olah TKP di rumah kontrakan pelaku mutilasi di Gang Belimbing RT 3/RW 5, Cipayung Jaya, Kota Depok, Rabu, 5 Agustus 2026. (Sumber: Poskota/Angga Pahlevi)

DEPOK, POSKOTA.CO.ID - Saepullah, 26 tahun, memilih pindah rumah seusai memutilasi teman prianya di kontrakan wilayah Gang Belimbing RT 3/RW 5, Cipayung Jaya, Kota Depok.

Pemilik kontrakan, Erna menjelaskan, waktu sewa kontrakan habis pada 31 Juli 2026. Bertepatan dengan itu, pelaku memutuskan pergi dari rumah dua lantai tersebut.

"Karena telah habis kontrakan pada 31 Juli 2026 hari Jumat, pelaku pindah kontrak. Teman laki-laki yang ikut menyewa lebih dahulu meninggalkan kontrakan," kata Erna kepada Poskota di lokasi, Rabu, 5 Agustus 2026.

Kepada Erna, pelaku beralasan pindah rumah untuk membuka usaha martabak. Ia pun tidak mencurigai adanya kejanggalan dari Sapeullah.

Baca Juga: Pelaku Mutilasi di Depok Beberkan Motif Bunuh Teman Pria, Sebut Badannya Dipegang-pegang

Dari hasil penyelidikan polisi, bercak darah ditemukan pada tembok kamar lantai dua. Erna mengatakan, darah tersebut sudah ditutup cat.

"Masih ada bercak darah dan juga ada yang sudah dicat untuk menutup bercak darah," ujarnya.

Pelaku Mutilasi di Depok Dikenal Tertutup

Sementara itu, pemilik warung kelontong, Sunardi menuturkan, pelaku menyewa mobil boks untuk membawa barang-barang dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Pelaku pamit sekalian belanja di warung sama istri saya. Saat pindahan, perabotan yang ada diangkutin sama pelaku dengan menyewa mobil los bak terbuka," ucapnya.

Baca Juga: Korban Mutilasi di Depok Berkenalan dengan Pelaku lewat Medsos

Pelaku dikenal tertutup dari lingkungan sekitar dan jarang berada di rumah. Namun, ia tidak mengetahui keseharian pelaku di luar.

"Ada di rumah jika hari Minggu. Sehari-hari jarang ada di kontrakan, tingga berdua sama temannya laki-laki berkacamata. Selain itu gaya memang agak kemayu, tapi untuk dandanan seperti orang normal," tuturnya.

Sebelumnya, sebuah kantong plastik hitam dalam karung berisi jasad pria bernama Kunaefi, 51 tahun, ditemukan di Tanah Merah, Kapling Depkes, Pancoran Mas, Kota Depok.

Sementara itu, potongan kedua kaki korban dibuang pelaku ke aliran sungai di kawasan Pitara, Pancoran Mas. Korban dibunuh Saepullah.


Berita Terkait


News Update