Puluhan Ulama di Lebak Deklarasi Tolak Rencana Safari Politik Jokowi ke Banten

Selasa 04 Agu 2026, 18:33 WIB
Puluhan ulama di Lebak saat deklarasi tolak rencana kunjungan Jokowi ke Banten. (Sumber: Tiktok/@hanturimba_07)
Puluhan ulama di Lebak saat deklarasi tolak rencana kunjungan Jokowi ke Banten. (Sumber: Tiktok/@hanturimba_07)

LEBAK, POSKOTA.CO.ID - Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan puluhan ulama dan kiai di Kabupaten Lebak mendeklarasikan penolakan terhadap rencana kunjungan Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi) ke Provinsi Banten.

Dalam video yang beredar, sejumlah ulama mengenakan sarung, baju koko, dan peci sambil membentangkan spanduk berisi penolakan terhadap kedatangan Jokowi. Mereka juga menyampaikan pernyataan sikap secara terbuka.

Spanduk yang dibentangkan bertuliskan, "Banten menolak safari politik Jokowi yang berkedok safari budaya. Saatnya rakyat bersatu, penegak hukum bersama rakyat, tangkap dan adili Jokowi."

Salah seorang kiai yang menyampaikan deklarasi mengatakan pihaknya menolak rencana kedatangan Jokowi ke Banten.

Baca Juga: Polda Metro Jaya Siap Hadapi Praperadilan Roy Suryo soal Status Tersangka Kasus Ijazah Jokowi

"Kami mewakili masyarakat Kabupaten Lebak dan mewakili seluruh Provinsi Banten sangat menolak keras dengan kehadiran Bapak Jokowi ke Provinsi Banten," ujar salah seorang kiai dalam video tersebut.

Ia bahkan melontarkan pernyataan agar Jokowi tidak datang ke Banten sebelum menutup orasinya dengan pekikan takbir.

Menanggapi video yang viral tersebut, Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Lebak, Dita Fajar Bayhaqi, menilai aksi penolakan itu merupakan hal yang biasa dalam dinamika politik.

Namun, ia meyakini deklarasi tersebut tidak mewakili suara mayoritas masyarakat Lebak.

Baca Juga: Setelah Roy Suryo dan Dokter Tifa, Tiga Tersangka Lain Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Jokowi Segera Dilimpahkan

"Saya sampai hari ini masih meyakini itu bukan suara warga Lebak asli, bukan suara hati grassroots masyarakat Lebak," katanya kepada wartawan saat dikonfirmasi Pos Kota melalui sambungan telepon, Selasa 4 Agustus 2026.

Menurutnya, ramainya penolakan di media sosial tidak selalu mencerminkan kondisi yang sebenarnya di lapangan.

"Republik media sosial sangat berbeda dengan kenyataan aslinya. Masyarakat Lebak sudah cerdas untuk menilai mana pemimpin yang hadir untuk masyarakat dan mana yang tidak," ujarnya.

Dita juga menyebut perhatian publik terhadap Jokowi membuat berbagai pihak ikut membicarakan mantan presiden tersebut.

Baca Juga: Datangi Bareskrim, JK Tegaskan Tudingan Biayai Isu Ijazah Jokowi Tak Benar dan Merusak Martabat

"Kalau menurut saya, siapa pun yang membicarakan Pak Jokowi otomatis akan ikut tertular popularitasnya. Kalau mau terkenal, senggol saja Pak Jokowi," ucapnya.

Terkait isu kunjungan Jokowi ke Banten, Dita menegaskan hingga saat ini belum ada jadwal resmi maupun undangan yang disampaikan kepada Jokowi.

"Sampai hari ini belum ada jadwal resminya. Kami juga sebenarnya belum mengundang," katanya.

Meski demikian, Dita mengaku pihaknya bersama kader dan simpatisan PSI memiliki keinginan untuk mengundang Jokowi bersilaturahmi ke Kabupaten Lebak.

Ia menilai antusiasme masyarakat terhadap Jokowi masih cukup tinggi. Menurutnya, hal itu terlihat dari bertambahnya kepengurusan PSI di tingkat desa serta masih banyaknya simpatisan dan relawan Jokowi di Kabupaten Lebak.

"Kami berharap Pak Jokowi bisa datang ke kampung kami. Antusiasme masyarakat masih tinggi, baik dari kader, relawan maupun simpatisan," pungkasnya.


Berita Terkait


News Update