Menurutnya, ramainya penolakan di media sosial tidak selalu mencerminkan kondisi yang sebenarnya di lapangan.
"Republik media sosial sangat berbeda dengan kenyataan aslinya. Masyarakat Lebak sudah cerdas untuk menilai mana pemimpin yang hadir untuk masyarakat dan mana yang tidak," ujarnya.
Dita juga menyebut perhatian publik terhadap Jokowi membuat berbagai pihak ikut membicarakan mantan presiden tersebut.
Baca Juga: Datangi Bareskrim, JK Tegaskan Tudingan Biayai Isu Ijazah Jokowi Tak Benar dan Merusak Martabat
"Kalau menurut saya, siapa pun yang membicarakan Pak Jokowi otomatis akan ikut tertular popularitasnya. Kalau mau terkenal, senggol saja Pak Jokowi," ucapnya.
Terkait isu kunjungan Jokowi ke Banten, Dita menegaskan hingga saat ini belum ada jadwal resmi maupun undangan yang disampaikan kepada Jokowi.
"Sampai hari ini belum ada jadwal resminya. Kami juga sebenarnya belum mengundang," katanya.
Meski demikian, Dita mengaku pihaknya bersama kader dan simpatisan PSI memiliki keinginan untuk mengundang Jokowi bersilaturahmi ke Kabupaten Lebak.
Ia menilai antusiasme masyarakat terhadap Jokowi masih cukup tinggi. Menurutnya, hal itu terlihat dari bertambahnya kepengurusan PSI di tingkat desa serta masih banyaknya simpatisan dan relawan Jokowi di Kabupaten Lebak.
"Kami berharap Pak Jokowi bisa datang ke kampung kami. Antusiasme masyarakat masih tinggi, baik dari kader, relawan maupun simpatisan," pungkasnya.
