Memasuki babak kedua, Persija tampil lebih agresif. Tim asuhan Shin Tae-yong meningkatkan tekanan demi mengejar ketertinggalan dua gol.
Peluang terbaik datang pada menit ke-60 ketika sundulan Gustavo yang memanfaatkan bola mati hanya membentur mistar gawang Persib.
Sepuluh menit kemudian, Witan Sulaeman mengirim umpan matang kepada Arlyansyah Abdulmanan yang berdiri bebas di kotak penalti. Sayangnya, penyelesaian akhirnya kembali mengenai tiang gawang.
Serangan bertubi-tubi akhirnya membuahkan hasil lima menit menjelang waktu normal berakhir.
Victor Dethan menusuk dari sisi sayap sebelum mengirim umpan kepada Kwon Chang-hoon.
"Kwon Chang-hoon berhasil menaklukkan Teja Paku Alam dan memperkecil kedudukan menjadi 2-1."
Gol tersebut sempat membangkitkan harapan Persija. Namun, hingga peluit panjang dibunyikan, pertahanan Persib tetap disiplin menjaga keunggulan.
Faktor yang Membawa Persib Melaju ke Final
Keberhasilan Persib menembus final tidak hanya ditentukan oleh penyelesaian akhir yang efektif, tetapi juga beberapa faktor penting sepanjang pertandingan.
Efektivitas di babak pertama dengan dua gol dari peluang yang berhasil dimaksimalkan.
Keputusan VAR yang menghasilkan hadiah penalti bagi Persib.
Penampilan solid Teja Paku Alam dan lini belakang saat menghadapi tekanan Persija pada babak kedua.
Disiplin bertahan hingga menit akhir meski Persija terus menekan setelah mencetak gol.
