JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Gubernur Jakarta, Pramono Anung meminta pelaku pencurian komponen sambungan hidran pemadam kebakaran ditindak tegas.
"Memang benar ada di beberapa taman dan juga bangunan yang hidrannya diambil. Kebetulan saya sudah melihat itu dan saya sudah meminta kepada Satpol PP dan dinas terkait terutama untuk Damkar, maka yang seperti itu harus tetap dimonitor, dijaga," kata Pramono kepada awak media, dikutip Minggu, 2 Agustus 2026.
Pramono menjelaskan, hilangnya komponen hidran menimbulkan luapan air. Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama setelah ditangani.
"Kemarin kebetulan memang airnya sempat meluap tapi akhirnya kan segera ditutup," ujarnya.
Baca Juga: Pramono Siapkan OMC saat Kemarau, Besaran Anggaran Masih Tanda Tanya
Menurutnya, pengawasan terhadap fasilitas hidran harus diperketat agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Ia meminta seluruh pihak terkait, termasuk aparat penegak hukum, segera menindak para pelaku pencurian.
"Jadi saya memang mengharapkan betul dan saya meminta aparat penegak hukum dan juga dinas terkait untuk mengambil tindakan tegas terhadap hal tersebut," ucapnya.
54 Hidran di Jakarta Timur Rusak dan Dicuri
Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur mencatatkan 54 titik hidran rusak usai komponen dirusak maupun dicuri. Kasus tersebut paling banyak ditemukan di wilayah Duren Sawit, Cakung, dan Pulo Gadung.
"Komponen yang hilang itu berupa kopling outlet, penutup hydrant yang bulat menyerupai bola dan lainnya. Semua berbahan kuningan," tutur Kepala Seksi Sarana Prasarana Sudin Gulkarmat Jakarta Timur, Muncul.
Baca Juga: Pramono Gelontorkan Rp48,1 Miliar untuk Renovasi SDN Kebayoran Lama Selatan 09
Menurut Muncul, hilangnya komponen hidran berdampak pada proses pemadaman kebakaran karena petugas tidak dapat memanfaatkan hidran sebagai sumber air saat dibutuhkan.
"Kini telah diperbaiki dan bisa difungsikan kembali," ujar dia.
Pihaknya masih melakukan penyisiran untuk memastikan adanya hidran lain mengalami kerusakan atau komponennya hilang. Pendataan ulang juga dilakukan sebagai dasar pengajuan anggaran penggantian komponen pada lokasi lainnya.
"Kalau untuk yang lokasi lainnya, kemungkinan baru bisa diganti tahun depan, menunggu adanya anggaran. Jumlahnya juga masih kita data ulang," ucap dia.
Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Sudin Gulkarmat Jakarta Timur berencana memasang teralis atau kerangkeng pengaman pada setiap hidran. Langkah itu akan dikoordinasikan dengan Dinas Gulkarmat Jakarta agar sistem pengamanan tetap efektif tanpa mengganggu estetika kota.
