BNI Dukung Akad Massal 62.710 KPR Rumah Subsidi

Minggu 02 Agu 2026, 19:55 WIB
Aakad massal dan serah terima kunci digelar di Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis, 30 Juli 2026. (Sumber: Dok. BNI)
Aakad massal dan serah terima kunci digelar di Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis, 30 Juli 2026. (Sumber: Dok. BNI)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mendukung pelaksanaan akad massal bagi 62.710 debitur Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan.

Kegiatan akad massal dan serah terima kunci digelar di Puri Delta City Side, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis, 30 Juli 2026. Sebanyak 200 debitur hadir secara langsung, sedangkan 62.510 debitur lainnya mengikuti kegiatan secara daring.

Acara tersebut dibuka Presiden Prabowo Subianto dan dihadiri Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, jajaran pimpinan Himpunan Bank Milik Negara, perwakilan bank penyalur, pengembang, serta para penerima manfaat.

BNI menjadi satu di antara bank penyalur yang terlibat dalam penyediaan pembiayaan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Direktur Commercial Banking BNI, Muhammad Iqbal mengatakan, dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam menghadirkan solusi pembiayaan yang inklusif.

Baca Juga: BNI Perkuat Fundamental Bisnis, Dukung Transformasi BUMN

“BNI terus mendukung berbagai program prioritas pemerintah yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dengan semangat melayani negeri sepenuh hati, kami ingin memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak melalui penyaluran KPR Rumah Subsidi,” kata Iqbal dalam keterangan tertulis.

Menurutnya, penyaluran pembiayaan rumah subsidi juga dapat mendorong pertumbuhan sektor perumahan yang memiliki efek berganda terhadap berbagai kegiatan ekonomi.

Selain akad KPR subsidi, kegiatan tersebut juga mencakup akad massal bagi 200 debitur Program Kredit Usaha Rakyat Perumahan. Nilai akad KUR Perumahan secara keseluruhan mencapai Rp880 miliar untuk 7.100 debitur.

Jumlah tersebut terdiri atas 6.873 debitur pada sisi permintaan atau demand dan 227 debitur pada sisi penyediaan atau supply. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat ekosistem perumahan, baik masyarakat yang membutuhkan hunian maupun pelaku usaha yang mendukung penyediaannya.

Baca Juga: BNI Perkuat Ekosistem Keuangan Digital lewat API dan BNIdirect

Iqbal menilai kolaborasi antara pemerintah, perbankan, pengembang, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi faktor penting dalam mempercepat penyediaan rumah bagi masyarakat.

“BNI optimistis sinergi antara pemerintah, perbankan, pengembang, dan seluruh pemangku kepentingan akan semakin mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Melalui keterlibatan dalam akad massal tersebut, BNI berupaya memperluas akses pembiayaan perumahan sekaligus mendukung terbentuknya ekosistem hunian yang lebih inklusif. Langkah itu menjadi bagian dari komitmen perseroan untuk menghadirkan solusi keuangan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan mendukung pembangunan nasional.


Berita Terkait


News Update