Satgas MBG Pandeglang Angkat Bicara Soal Renovasi SPPG Labuan 3: Keamanan Pangan jadi Prioritas

Rabu 29 Jul 2026, 15:58 WIB
Gedung SPPG Labuan 3 di Pandeglang saat dilakukan renovasi. (Sumber: Poskota/Samsul Fatoni)
Gedung SPPG Labuan 3 di Pandeglang saat dilakukan renovasi. (Sumber: Poskota/Samsul Fatoni)

PANDEGLANG, POSKOTA.CO.ID - Wakil Ketua Satuan Tugas (Satgas) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Pandeglang, Doni Hermawan, angkat bicara terkait adanya aktivitas renovasi gedung yang berlangsung bersamaan dengan proses pengolahan makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Labuan 3.

Menurut Doni, aktivitas konstruksi yang dilakukan di sekitar dapur SPPG harus menjadi perhatian serius pihak pengelola. 

Ia pun mengingatkan, agar aspek keamanan pangan tetap menjadi prioritas utama sehingga makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat tidak terkontaminasi debu maupun polusi dari proses renovasi.

"Kalau sedang ada kegiatan renovasi gedung SPPG, kami sarankan agar pengelola dapur SPPG memastikan keamanan pangan yang akan disajikan kepada penerima manfaat. Jangan sampai makanan MBG terpapar polusi dari aktivitas konstruksi," ungkap Doni saat dihubungi Poskota melalui sambungan telepon, Rabu, 29 Juli 2026.

Baca Juga: Video Viral MBG Basi dari SPPG, Publik Soroti Pengawasan Distribusi

Doni mengaku belum dapat memastikan apakah proses pengolahan makanan MBG harus dihentikan sementara selama renovasi berlangsung. 

Menurutnya, hal tersebut bergantung pada ketentuan dan standar operasional yang berlaku.

"Kami belum bisa memberikan pernyataan lebih jauh terkait apakah operasional dapur harus dihentikan sementara atau tidak, karena kami belum mengetahui secara rinci aturan yang mengatur kondisi tersebut," katanya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pengelola SPPG wajib menjaga standar higienitas dan sanitasi selama proses renovasi berlangsung. 

Baca Juga: Bejat! Tukang Cuci Piring SPPG Perkosa Gadis 13 Tahun, Rekam Aksi, Lalu Peras Korban Pakai Video

Langkah-langkah mitigasi, seperti membatasi area pekerjaan, mencegah debu masuk ke ruang produksi, serta memastikan proses pengolahan makanan tetap sesuai standar keamanan pangan, harus dilakukan secara maksimal.

"Yang terpenting, keamanan pangan harus benar-benar dijaga agar aspek higienis dan sanitasinya tetap terpelihara. Jangan sampai kualitas makanan yang diterima para penerima manfaat terganggu akibat aktivitas renovasi," ujarnya.

Sebelumnya, pengelola dapur SPPG Labuan 3 tengah melakukan renovasi gedung, bersamaan dengan pengolahan makanan yang tetap berjalan.

Hal itu sempat menjadi sorotan warga dan kalangan aktivis, pasalnya ketika renovasi berjalan saat pengolahan makanan, kualitas dan keamanan makanan menjadi tidak terjamin.

"Aktivitas konstruksi berpotensi menimbulkan debu, kotoran, maupun gangguan lainnya yang dikhawatirkan dapat memengaruhi kualitas dan keamanan makanan apabila tidak dipisahkan secara memadai," ujar Suherman, aktivis dari LIPP Banten.

"Kami khawatir menu MBG yang dikelola pihak SPPG tersebut terkontaminasi oleh polusi dari aktivis konstruksi yang saat ini berjalan," sambungnya.


Berita Terkait


News Update