"Yang terpenting, keamanan pangan harus benar-benar dijaga agar aspek higienis dan sanitasinya tetap terpelihara. Jangan sampai kualitas makanan yang diterima para penerima manfaat terganggu akibat aktivitas renovasi," ujarnya.
Sebelumnya, pengelola dapur SPPG Labuan 3 tengah melakukan renovasi gedung, bersamaan dengan pengolahan makanan yang tetap berjalan.
Hal itu sempat menjadi sorotan warga dan kalangan aktivis, pasalnya ketika renovasi berjalan saat pengolahan makanan, kualitas dan keamanan makanan menjadi tidak terjamin.
"Aktivitas konstruksi berpotensi menimbulkan debu, kotoran, maupun gangguan lainnya yang dikhawatirkan dapat memengaruhi kualitas dan keamanan makanan apabila tidak dipisahkan secara memadai," ujar Suherman, aktivis dari LIPP Banten.
"Kami khawatir menu MBG yang dikelola pihak SPPG tersebut terkontaminasi oleh polusi dari aktivis konstruksi yang saat ini berjalan," sambungnya.
