"Harapannya segera dibangun jembatan supaya anak-anak bisa berangkat sekolah dengan aman," harapnya.
Baca Juga: LGBT Ancaman Nonmiliter, DPRD Pandeglang Desak Perbup Dibuat
Ketiadaan Jembatan Pengaruhi Jumlah Siswa
Kepala SDN Padahayu 2, Tedi Rustandi, mengatakan persoalan jembatan tidak hanya berkaitan dengan keselamatan siswa, tetapi juga berdampak terhadap jumlah peserta didik di sekolah tersebut.
Menurut Tedi, sebelumnya cukup banyak anak dari kampung yang berada di seberang sungai bersekolah di SDN Padahayu 2. Namun, jumlah tersebut terus menurun sejak jembatan yang menjadi akses penghubung tidak lagi tersedia.
"Dulu murid dari kampung seberang yang sekolah di sini cukup banyak. Namun sejak tidak ada jembatan, jumlahnya terus menurun. Keberadaan jembatan sangat memengaruhi jumlah siswa di sekolah kami," tutur Tedi.
Ia mengatakan sebagian orang tua memilih menyekolahkan anak mereka ke sekolah lain meski jaraknya lebih jauh. Keputusan tersebut diambil karena orang tua khawatir dengan keselamatan anak yang harus menyeberangi sungai setiap hari.
"Masyarakat di sana mengatakan kalau sudah ada jembatan, mereka akan menyekolahkan anak-anaknya ke sini. Namun karena belum ada jembatan, mereka memilih sekolah lain," tambahnya.
Tedi berharap Pemerintah Kabupaten Pandeglang segera merealisasikan pembangunan jembatan yang dapat menjadi akses aman bagi warga, terutama anak-anak yang hendak bersekolah.
"Harapan kami pemerintah daerah segera membangun jembatan agar anak-anak dapat menuntut ilmu dengan aman dan nyaman tanpa rasa khawatir," pungkasnya.
