Ahmad Sahroni Ulurkan Bantuan untuk Putri KD, Korban Pengeroyokan di Kasus Pencurian Ayam

Senin 27 Jul 2026, 15:56 WIB
Potret Ahmad Sahroni. (Sumber: Instagram/@ahmadsahroni88)
Potret Ahmad Sahroni. (Sumber: Instagram/@ahmadsahroni88)

POSKOTA.CO.ID - Anggota DPR RI Ahmad Sahroni menunjukkan kepeduliannya terhadap keluarga KD, pria yang meninggal dunia setelah menjadi korban pengeroyokan terkait dugaan pencurian ayam di Kabupaten Tabanan, Bali.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Sahroni membagikan momen penyerahan bantuan kepada putri almarhum.

Bantuan tersebut berupa kebutuhan pokok yang diharapkan dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.

Paket bantuan yang diberikan berisi berbagai bahan pangan, mulai dari beras, mi instan, hingga telur ayam.

Baca Juga: Anak Pejabat Gayo Lues Dea Arranoya Minta Maaf Usai Viral Flexing di Media Sosial

"Bantuan kecil dari saya buat adek kecil di Bali yang bapaknya sudah almarhum. Jadi anak hebat ya adek," tulis Ahmad Sahroni dalam unggahannya.

Dalam foto yang diunggah, putri KD terlihat tersenyum sambil mengangkat dua jari ke arah kamera saat menerima bantuan tersebut.

Video Tangisan Putri KD Viral di Media Sosial

Sebelum bantuan itu diberikan, publik sempat dihebohkan dengan video yang memperlihatkan tangisan putri KD saat melihat jenazah ayahnya.

Dalam rekaman yang beredar luas di media sosial, bocah tersebut tampak histeris memanggil sang ayah yang telah dibungkus kain jarik.

Video itu memicu simpati masyarakat dan menjadi perbincangan di berbagai platform digital.

Kronologi KD Tewas Setelah Dikeroyok

Peristiwa tersebut terjadi pada 24 Juli 2026. KD diduga mengambil ayam peliharaan milik warga di wilayah Tabanan, Bali.

Baca Juga: Thor Jadi Kandidat Kuat Pemimpin Avengers di Avengers: Doomsday, Ini Alasannya

Aksi itu kemudian memicu amarah sejumlah warga. Berdasarkan informasi yang beredar, dugaan pencurian ayam disebut telah beberapa kali terjadi di kawasan tersebut sehingga memancing emosi massa.

KD kemudian menjadi korban pengeroyokan hingga mengalami luka berat dan akhirnya meninggal dunia.

Kasus tersebut kini menjadi perhatian publik, terutama terkait dugaan tindakan main hakim sendiri yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.


Berita Terkait


News Update