LEBAK, POSKOTA.CO.ID – Musim kemarau yang telah berlangsung sekitar tiga bulan mulai memicu krisis air bersih di Kabupaten Lebak, Banten.
Sebanyak 597 kepala keluarga (KK) di Kampung Margaluyu, Desa Paja, Kecamatan Sajira, terdampak kekeringan setelah sumur-sumur warga mengering.
Akibat kondisi tersebut, warga terpaksa menggunakan air sumur yang keruh untuk mandi dan mencuci. Sementara untuk memenuhi kebutuhan air minum dan memasak, mereka harus berjalan sekitar lima kilometer menuju sumber mata air alami yang berada di kawasan sawah dan hutan.
Hingga kini, warga mengaku belum menerima bantuan air bersih dari pemerintah.
Baca Juga: Pembangunana Tanggul Semanan Sebabkan Warga Duri Kosambi Alami Krisis Air Bersih
Sejumlah warga, terutama ibu rumah tangga, tampak mencuci pakaian dan mandi di sebuah sumur dengan air keruh yang berada di dekat aliran sungai kecil.
Meski kualitas air tidak layak, mereka mengaku tidak memiliki pilihan lain karena hampir seluruh sumur di permukiman telah mengering.
Salah seorang warga, Anita (41), mengatakan sumur di rumahnya sudah tidak lagi mengeluarkan air sejak awal musim kemarau. Kondisi serupa juga dialami hampir seluruh warga di kampung tersebut.
"Sudah sekitar tiga bulan. Semua warga di sini sumurnya kering, jadi untuk mandi dan mencuci kami pakai air di sini. Kalau untuk minum harus mencari air ke sawah atau hutan yang jaraknya sekitar lima kilometer," ungkapnya kepada Poskota, Senin, 27 Juli 2026.
Baca Juga: Atasi Krisis Air di Duri Kosambi, Palyja Beri Bantuan Mesin Booster
Menurut Anita, debit air di sumber mata air alami juga mulai berkurang sehingga warga harus mengantre untuk mendapatkan air bersih.
