597 KK di Lebak Dilanda Krisis Air Bersih, Warga Terpaksa Ambil Air Sejauh 5 Kilometer

Senin 27 Jul 2026, 14:37 WIB
Ilustrasi warga alami krisis air bersih. (Sumber: Istimewa)
Ilustrasi warga alami krisis air bersih. (Sumber: Istimewa)

"Pada antre dan rebutan, Pak," ucapnya.

Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada bantuan air bersih dari Pemerintah Kabupaten Lebak maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Bantuan yang diterima warga sejauh ini baru berasal dari Kepala Desa Paja secara pribadi.

"Harapan kami ada bantuan air bersih untuk kebutuhan minum, memasak, dan mandi. Air di sini kadang ada, kadang tidak, kualitasnya juga keruh," tuturnya.

Baca Juga: Warga Kelurahan Duri Kosambi Sudah 2 Bulan Krisis Air, Akibat Dampak Pembangunan Tanggul

Sementara itu, Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Desa Paja, Alan Maulana Aminudin, mengatakan kekeringan tahun ini berdampak pada delapan RT di empat RW dengan total sekitar 597 kepala keluarga.

"Kurang lebih ada 597 kepala keluarga yang terdampak di delapan RT dan empat RW di Desa Paja," jelas Alan.

Menurutnya, pemerintah desa telah mengajukan permohonan bantuan air bersih kepada pemerintah. Namun hingga kini belum ada bantuan yang diterima masyarakat.

"Kami sedang memproses pengajuan bantuan. Sampai sekarang belum ada bantuan nyata, baik dari pemerintah maupun pihak swasta. Yang baru membantu justru secara pribadi dari Kepala Desa," katanya.

Alan menegaskan, krisis air bersih di Desa Paja bukan lagi persoalan yang terjadi sesekali, melainkan terus berulang setiap musim kemarau.

Karena itu, pemerintah diharapkan tidak hanya memberikan bantuan darurat, tetapi juga menghadirkan solusi jangka panjang melalui penyediaan sumber air bersih yang berkelanjutan.

"Setiap musim kemarau warga selalu kesulitan mendapatkan air bersih. Kami berharap ada solusi permanen agar masyarakat memiliki sumber air yang memadai dan tidak terus bergantung pada bantuan saat musim kemarau datang," tutur Alan.


Berita Terkait


News Update