Jangan Bilang 'Kita Nggak Punya Uang' Saat Anak Minta Sesuatu, Ini Alasannya

Jumat 24 Jul 2026, 20:31 WIB
Ilustrasi orang tua mengajarkan anak memahami uang dan menentukan prioritas sebelum membeli sesuatu yang diinginkan. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ilustrasi orang tua mengajarkan anak memahami uang dan menentukan prioritas sebelum membeli sesuatu yang diinginkan. (Sumber: Wikimedia Commons)

POSKOTA.CO.ID - Hampir setiap orang tua pernah menghadapi momen ketika anak merengek meminta dibelikan sesuatu. Entah itu mainan, makanan, pakaian, atau barang yang mereka lihat saat berjalan-jalan bersama keluarga.

Dalam kondisi seperti ini, respons paling spontan biasanya adalah, “Nggak punya uang,” atau “Kita nggak mampu beli itu.” Kalimat tersebut memang terdengar sederhana. Bahkan, bagi sebagian orang tua, jawaban itu dianggap sebagai cara cepat agar anak berhenti meminta.

Namun, jika terlalu sering digunakan, kalimat tersebut ternyata dapat memengaruhi cara anak memahami kondisi keuangan dan nilai uang sejak usia dini.

Dikutip dari Times of India, American Psychological Association (APA) menyebut uang sebagai salah satu topik yang relatif jarang dibicarakan secara terbuka dalam keluarga. Padahal, pemahaman seseorang terhadap uang mulai terbentuk sejak masa kanak-kanak.

Anak kecil belum tentu memahami makna “tidak punya uang” seperti orang dewasa. Mereka bisa saja mengartikan kalimat tersebut secara harfiah dan menganggap keluarganya sedang mengalami masalah keuangan.

Baca Juga: Pemprov DKI Diminta Terapkan Cukai Emisi Ketimbang Cabut Insentif Pajak Kendaraan Listrik

Di sinilah orang tua perlu lebih berhati-hati. Bukan berarti anak harus selalu dituruti ketika meminta sesuatu, tetapi cara menyampaikan penolakan juga bisa menjadi bagian dari pendidikan finansial.

Mengapa Sebaiknya Tidak Terlalu Sering Mengatakan “Tidak Punya Uang”?

Menurut pendekatan psikologi keuangan, anak perlu belajar bahwa uang memiliki fungsi dan prioritas. Jadi, ketika orang tua menolak membeli sesuatu, alasannya tidak selalu harus karena tidak memiliki uang.

Orang tua dapat menjelaskan bahwa keluarga memiliki kebutuhan lain yang harus didahulukan. Dengan begitu, anak perlahan memahami bahwa mengelola uang bukan hanya soal berapa banyak uang yang dimiliki, tetapi juga bagaimana menentukan prioritas.

Berikut beberapa alternatif kalimat yang bisa digunakan.

1. “Saat ini uangnya untuk kebutuhan yang lain”

Respons ini membantu anak memahami konsep prioritas keuangan. Mereka belajar bahwa uang yang tersedia perlu digunakan untuk kebutuhan yang lebih penting terlebih dahulu.


Berita Terkait


News Update