DEPOK, POSKOTA.CO.ID - Sebuah dump truk menabrak rambu penunjuk arah (gawang informasi) di Jalan Tol Cijago KM 39+400 arah Limo, Jumat, 24 Juli 2026, sekitar pukul 12.45 WIB.
Kepala Induk Patroli Jalan Raya (PJR) Jagorawi, Kompol Akhmad Jajuli mengatakan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Menurutnya, kecelakaan bermula ketika dump truk berhenti di bahu jalan karena pengemudi hendak memperbaiki selang dump.
"Awal mulanya ada kendaraan dump truck berhenti di bahu jalan untuk perbaikan dump. Dump dinaikkan, posisi mesin mati. Setelah itu sopir mengecek persneling di kemudi," kata Jajuli saat dikonfirmasi, Jumat, 24 Juli 2026.
Saat pengemudi berusaha memindahkan posisi persneling, tuas yang semula berada di gigi tiga tanpa sengaja berpindah ke posisi netral. Kondisi jalan yang sedikit turun mengakibatkan truk meluncur meski mesin mati, sedangkan bak dump masih terangkat.
Baca Juga: Warga Kemirimuka Depok Mulai Krisis Air Bersih, Terpaksa Beli untuk Kebutuhan Sehari-hari
"Karena persneling yang tadinya di gigi tiga masuk ke netral, kendaraan akhirnya jalan sendiri. Dengan dump yang masih menganga, kendaraan menabrak gawang penunjuk arah dan berhenti setelah menghantamnya. Posisi mesin tetap mati," ujarnya.
Akibat kejadian tersebut, arus lalu lintas arah Limo sempat tersendat. Kendaraan hanya dapat melintasi dua lajur. karena sebagian badan jalan terdampak posisi truk dan rambu yang roboh.
"Lalu lintas antrean sekitar 500 meter. Yang bisa dilintasi dua lajur, yakni lajur tiga dan bahu jalan, sehingga kendaraan masih tetap bisa melintas," ucapnya.
Meski menyebabkan kemacetan, tidak ada korban dalam insiden tersebut. Pengemudi dump truk selamat dan tidak ada pengguna jalan lain yang terdampak.
Baca Juga: PMI Depok Salurkan 4.000 Liter Air Bersih ke Warga Terdampak Kekeringan di Beji
"Tidak ada korban. Saya pastikan tidak ada karena pengemudinya hanya satu orang," tuturnya.
Saat ini, proses evakuasi masih menunggu kedatangan crane karena kondisi dump truk masih dalam posisi terangkat dan membawa muatan.
"Masih menunggu crane dulu. Lagi dilakukan pembongkaran muatan sebelum kendaraan dievakuasi," pungkasnya.
