Anak Pejabat Gayo Lues Dea Arranoya Minta Maaf Usai Viral Flexing di Media Sosial

Jumat 24 Jul 2026, 20:01 WIB
Dea Arranoya menjadi sorotan setelah sejumlah unggahan di media sosial yang dinilai memperlihatkan gaya hidup mewah viral dan memicu kritik publik. (Sumber: Instagram)
Dea Arranoya menjadi sorotan setelah sejumlah unggahan di media sosial yang dinilai memperlihatkan gaya hidup mewah viral dan memicu kritik publik. (Sumber: Instagram)

POSKOTA.CO.ID - Nama Dea Arranoya menjadi perhatian publik setelah sejumlah unggahan di media sosial yang memperlihatkan gaya hidup mewah atau flexing ramai diperbincangkan. Sorotan semakin besar karena Dea diketahui merupakan anak Nevi Rizal, mantan Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Gayo Lues, Aceh.

Unggahan yang beredar di media sosial itu menampilkan sejumlah aktivitas Dea, mulai dari perjalanan ke luar negeri hingga foto deretan jeriken yang disebut berisi bahan bakar minyak (BBM). Ada pula tangkapan layar percakapan grup keluarga yang ikut tersebar dan menjadi bahan perbincangan warganet.

Konten tersebut kemudian memicu kritik publik. Sebagian masyarakat menilai unggahan itu kurang tepat, terlebih Gayo Lues masih menghadapi masa pemulihan setelah bencana dan kondisi ekonomi masyarakat menjadi perhatian.

Baca Juga: Diane Tedong dan Dipne Tedong Artinya Apa? Ini Penjelasan dan Makna Kata Tedong

Profil dan Pendidikan Dea Arranoya

Di tengah polemik yang berkembang, latar belakang Dea Arranoya juga ikut menjadi sorotan. Berdasarkan data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), Dea tercatat menempuh pendidikan di Universitas Syiah Kuala.

Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Kedokteran Hewan. Setelah itu, pada Agustus 2025, Dea kembali melanjutkan pendidikan profesi dokter hewan di perguruan tinggi yang sama.

Pendidikan profesi tersebut menjadi tahapan lanjutan bagi lulusan kedokteran hewan sebelum dapat menjalankan profesinya sebagai dokter hewan sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain pendidikan di bidang veteriner, Dea juga tercatat sebagai mahasiswa program Magister Kesehatan Masyarakat di Universitas Sari Mutiara Indonesia.

Unggahan Gaya Hidup Mewah Picu Kritik

Perhatian publik terhadap Dea bermula dari sejumlah unggahan yang dianggap memperlihatkan gaya hidup mewah. Dalam tangkapan layar yang beredar, ia disebut pernah membagikan momen perjalanan ke sejumlah negara, seperti Korea Selatan, Thailand, hingga beberapa destinasi di Eropa.

Unggahan lain yang ikut menjadi sorotan adalah foto sejumlah jeriken yang tersusun di sebuah ruangan di samping mobil berwarna hitam. Jeriken tersebut disebut-sebut berisi BBM.

Selain itu, beredar pula tangkapan layar percakapan keluarga yang memperlihatkan pembahasan mengenai rencana pembelian mobil. Berbagai unggahan tersebut kemudian dikaitkan warganet dengan kondisi keluarga pejabat di Gayo Lues.

Meski demikian, informasi yang beredar di media sosial tetap perlu dilihat secara hati-hati. Tidak semua konteks unggahan maupun percakapan yang tersebar dapat diverifikasi secara independen.

Hal yang menjadi sorotan publik

Unggahan yang dianggap memperlihatkan gaya hidup mewah.

Foto deretan jeriken yang disebut berisi BBM.

Perjalanan ke sejumlah destinasi luar negeri.

Beredarnya tangkapan layar percakapan keluarga.

Respons publik di tengah kondisi masyarakat Gayo Lues pascabencana.

Dea Arranoya Sampaikan Permintaan Maaf

Setelah polemik berkembang luas, Dea Arranoya akhirnya menyampaikan permintaan maaf melalui surat terbuka yang ditandatangani di Banda Aceh pada 22 Juli 2026.

Dalam surat tersebut, Dea mengakui bahwa unggahan yang dibuatnya tidak bijak dan telah menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

"Saya menyadari bahwa beberapa waktu lalu telah melakukan perbuatan flexing atau memamerkan gaya hidup yang tidak bijak," kata Dea.

Ia juga mengaku menyesali perbuatannya karena unggahan tersebut dinilai berpotensi menyinggung perasaan masyarakat yang sedang menghadapi kondisi sulit.

"Dengan adanya kejadian, saya benar-benar terpuruk dan sangat menyesal. Saya berharap pintu maaf dapat terbuka untuk kesalahan yang telah saya perbuat," sambungnya.

Baca Juga: Cara Daftar Upacara HUT RI ke-81 di Istana 17 Agustus 2026, Pendaftaran Belum Dibuka

Nevi Rizal Mundur dari Jabatan

Polemik tersebut juga berdampak pada posisi Nevi Rizal sebagai pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues. Ia memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai bentuk tanggung jawab moral atas persoalan yang melibatkan keluarganya.

Nevi menyadari bahwa sebagai pejabat publik, dirinya memiliki kewajiban untuk menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat.

"Saya menyadari bahwa sebagai pejabat publik saya memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga integritas, etika, dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga," tuturnya.

Pada akhirnya, polemik Dea Arranoya menunjukkan bagaimana unggahan di media sosial dapat berkembang menjadi persoalan publik, terlebih ketika dikaitkan dengan keluarga pejabat. Permintaan maaf telah disampaikan, sementara keputusan Nevi Rizal untuk mundur menjadi bagian dari respons terhadap polemik yang berkembang. Kini, perhatian publik tertuju pada bagaimana persoalan tersebut dapat menjadi pelajaran tentang pentingnya kehati-hatian dalam menggunakan media sosial.


Berita Terkait


News Update